Kasus Penerobos Busway Seret Polantas

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Kasus pengemudi Cadillac, Tessa Granitsa Satari (34) yang memilih kabur hingga menyeret petugas polisi lalu lintas Bripda Dimas Prianggoro saat hendak ditilang tak sepatutnya terjadi. Ada pelajaran yang perlu dipetik dari kasus ini: jangan kabur atau melawan petugas saat ditilang.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengimbau masyarakat untuk selalu taat berlalu lintas.

“Imbauan saya kepada seluruh pengendara atau pengemudi yang bermasalah itu agar patuh terhadap petugas di lapangan, mematuhi juga rambu rambu aturan yang ada, UU yang ada, kemudian juga dia harus saling menghormati,” ujar Halim saat dihubungi, Rabu (24/1/2018).

Karena diseret oleh Tessa, Bripda Dimas Prianggoro terluka di bagian tangan dan harus dirawat rumah sakit. Tessa mengaku perbuatannya itu didasari rasa panik dan khilaf.

Apapun alasannya, Halim meminta semua pengendara yang mendapat teguran petugas polisi di jalanan untuk patuh. Di sisi lain, dia mempersilakan masyarakat yang merasa diperlakukan tak sesuai aturan oleh petugas di lapangan untuk mencatat dan melaporkan kepadanya.

“Saat dia diminta surat-surat kendaraannya, langsung diberikan dengan catatan melihat tentunya petugas yang ada di jalan. Kalau dia berseragam, oknum-oknum yang berbuat tidak sesuai, mungkin bisa saja dicatat namanya, ada papan namanya semua itu petugas di lapangan, begitu,” tutur Halim.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan hal serupa dengan Halim soal insiden ini. Argo meminta masyarakat menghadapi risiko dari pelanggaran lalu lintas.

“Hadapi saja kalau ditilang, tidak usah kabur dan malah melawan petugas yang bisa menimbulkan pidana baru, karena polisinya kan jadi terluka karena diseret pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/1).

“Kalau pelanggaran lalu lintas kan sanksinya paling ditilang, tidak perlu sampai melawan petugas,” imbuhnya.

Tessa ditangkap di Hotel Crown, Tamansari, Jakarta Barat, Senin (22/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Akibat perbuatannya, polisi menerapkan Pasal 351 KUHP atau Pasal 212 KUHP dan Pasal 213 KUHP tentang penganiayaan. Sedangkan polisi masih mengembangkan keterlibatan tersangka terkait tes urine yang hasilnya positif narkoba.

Mobil Cadillac Escalade berwarna putih bernopol B-19-SNC yang dikendarai pelaku merupakan mobil pinjaman. Saat ini, mobil tersebut disita sebagai barang bukti.

source : detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here