Desa Melung Banyumas Kembangkan Potensi Wisata

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Kucuran dana desa dari pemerintah membuat desa-desa semakin bergeliat mengembangkan potensi yang ada di desa. Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah yang dikenal sebagai desa internet, kini mengembangkan potensi wisatanya.

Berwisata di Desa Melung sangat mengasyikkan, karena berada di lereng Gunung Slamet. Selain menyajikan pemandangan alam dengan petak-petak sawah terasering, pengunjung yang berwisata juga diajak menanam pohon di sekitar lokasi wisata sebagai bagian dari eduwisata. Namanya lokasi wisata Pagubugan, yang menurut sejarah warga sekitar merupakan sebuah tempat yang terdapat batu besarnya sebagai tempat berteduh.

“Upaya masyarakat Desa Melung dikelola oleh pengurus Bumdes,” kata Kepala Desa Melung, Khoerudin.

Menurutnya edu wisata Desa Melung ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Wisata ini juga selain melihat keindahan alam juga ada unsur pendidikan.

“Salah satunya mengajarkan bagaimana bercocok tanam bagaimana membajak sawah agar anak-anak SD, TK atau Paud akan paham menjaga kelestarian alam,” katanya.

Di lahan milik desa ini lanjut dia, ditanam berbagai macam pohon seperti pucung, mahoni, akasia, sukun berjumlah sekitar lebih dari 200 bibit. Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan bibit dari CSR instansi pemerintah dan swasta. Bantuan bibit berupa bibit durian Bawor yang merupakan ikon Banyumas.

“Secara tidak langsung nanti tanaman-tanaman yang berbuah itu juga akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Dirinya sangat sadar, Desa Melung yang berada di kaki lereng Gunung Slamet dan berbatasan langsung dengan hutan. Masyarakat pinggir hutan juga mau tidak mau punya kewajiban untuk menjaga hutan agar tidak rusak dan tetap lestari.

“Kita juga upayakan setiap hari Minggu melakukan penanaman, seperti menanam tanaman sirsak di tepi-tepi jalan,” ujarnya.

Desa Melung yang mempunyai luas lahan sekitar 120 hektar dengan jumlah penduduk mencapai 1.354 jiwa sangat sadar akan kelestarian lingkungan. Bahkan, selain mengajak wisatawan menanam di lokasi wisata. Upaya Desa untuk melestarikan lingkungan dengan cara menanam pohon juga mulai dengan memberikan bibit tanaman pada pasangan muda yang baru menikah.

“Kita upayakan dari anggaran desa untuk pembelian bibit, APBDes atau sumber lain. Ketika ada warga yang menikah berikan bibit untuk ditanam. Ini untuk memberikan pemahaman masyarakat kalau menanam itu penting,” katanya.

Menurutnya Desa Melung dulu pada zaman Belanda banyak ditanami kopi. Kemudian beralih pada era cengkeh dan era albasia. Setidaknya terdapat sekitar 15 hektar tanaman kopi yang masih ada di sekitar desa.

“Untuk tanaman kopi sendiri saat ini memang belum bisa diproduksi secara luas dan masih untuk konsumsi sendiri. Ini juga bisa menjadi pekerjaan rumah kita bersama bagaimana kopi ini bisa menjadi salah satu budi daya unggulan,” katanya.

Saat ini masyarakat masih ada yang menggantungkan hidupnya dari kopi dan tanaman tanaman lain seperti cengkeh, kapulaga, alpukat dan buah-buahan yang lain.

“Harapannya tidak diambil batangnya tapi buahnya agar kelestarian di hutan kami terjaga,” tutupnya.

source : detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.