Aeon Mall Mulai Menggunakan Teknologi Solar Panel

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Pemerintah Indonesia dan Jepang mendukung pemanfaatan solar panel (fotovoltaic) yang diterapkan Aeon Mall Cakung. Pemanfaatan energi terbarukan membuka peluang untuk meningkatkan pasokan listrik, sekaligus wujud nyata kalangan pengusaha terhadap isu energi dan perubahan iklim.

General Manager Asian Aeon Mall, Shim Hyungshik mengatakan, Aeon Mall Cakung merupakan pusat perbelanjaan pertama di Indonesia yang menerapkan instalasi solar panel di bagian atap bangunan.

“Pembangunan instalasi panel surya ini diharapkan menjadi tren dan diikuti oleh pusat perbelanjaan lain di Indonesia,” ujar Shim Hyungshik, Jakarta, Sabtu (30/9).

Menurutnya, pemasangan instalasi panel surya ini, bisa meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi untuk pusat perbelanjaan dan lebih ramah lingkungan serta lebih murah dalam segi biaya.

“Salah satu sektor pengguna energi yang paling banyak di Indonesia adalah bangunan komersial atau mal, mulai dari penyejuk ruangan, penerangan, lift, dan peralatan kantor,” paparnya.

Proyek ini, kata Shim Hyungshik, akan menjadi salah satu sumber pasokan listrik terutama untuk kebutuhan penerangan. “Instalasi panel surya ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 549 ton CO2 per tahun,” tambahnya.

Proyek pembangkit listrik tenaga surya di Aeon Mall Cakung ini, juga termasuk ke dalam proyek Joint Crediting Mechanism (JCM) Indonesia, PT Aeon Mall Indonesia dan Itochu Inc dari Jepang.

Ketua Komisi Bersama JCM Indonesia, Edwin Manansang mengatakan, teknologi yang digunakan dalam proyek ini merupakan teknologi bersih dan ramah lingkungan. Proyek ini, lanjut dia, hadir melalui skema JCM yang merupakan kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jepang.

“Pembangkit listrik tenaga surya di Aeon Mall Cakung ini merupakan yang pertama kali dilakukan di sebuah pusat perbelanjaan di Indonesia,” jelas Edwin.

Menurutnya, sejak ditandatanganinya kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jepang di tahun 2013, terdapat 29 proyek di Indonesia yang dibiayai melalui skema JCM mulai dari sektor energi terbarukan, dan manufaktur.

“Pemerintah Indonesia dan Jepang akan terus bekerjasama untuk berbagai hal positif,” tambahnya.

source : beritasatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here