Kaspersky Hadapi Serangan Malware di Piranti Pintar

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Perangkat pintar yang telah menciptakan fenomena Internet of Things (IoT) telah menjadi sasaran yang menarik bagi penjahat siber. Apabila berhasil membobol perangkat IoT, para penjahat siber mampu memata-matai orang, memeras mereka, dan bahkan secara diam-diam menjadikan kaki tangan mereka dalam melakukan kejahatan.

Para ahli Kaspersky Lab baru-baru ini melakukan penelitian terhadap malware IoT untuk memeriksa seberapa serius risiko yang ditimbulkan. Mereka menyiapkan honeypots atau jaringan buatan, yang mensimulasikan jaringan perangkat IoT yang berbeda-beda (router, kamera yang terhubung, dan sebagainya) untuk mengamati malware yang mencoba menyerang perangkat virtual mereka. Tanpa perlu menunggu lama, serangan dengan menggunakan sampel berbahaya yang telah diketahui dan yang sebelumnya tidak diketahui dimulai segera setelah honeypot dipasang.

Sebagian besar serangan yang dicatat oleh para ahli Kaspersky Lab menargetkan perekam video digital atau kamera IP (63%), dan 20% serangan terjadi terhadap jaringan perangkat, termasuk router, modem DSL, dan lainnya. Sekitar 1% target adalah perangkat yang paling umum, seperti printer dan perangkat rumah pintar.

“Masalah keamanan perangkat pintar sangat serius, dan menjadi hal yang harus kita waspadai. Tahun lalu menunjukkan bahwa tidak mungkin menargetkan perangkat yang terkoneksi, namun saat ini hal tersebut telah menjadi ancaman yang sangat nyata,” kata Security Expert dari Kaspersky Lab, Vladimir Kuskov melalui keterangan resmi, Jumat (22/9).

Untuk melindungi perangkat IoT dari serangan malware, para ahli Kaspersky Lab menyarankan hal berikut ini :

1. Jika tidak diperlukan, jangan mengakses perangkat Anda dari jaringan eksternal

2. Nonaktifkan semua layanan jaringan yang tidak Anda perlukan pada saat sedang menggunakan perangkat Anda

3. Jika ada kata sandi yang standar atau general yang tidak dapat diubah, atau akun preset tidak dapat dinonaktifkan, maka nonaktifkan layanan jaringan yang digunakan, atau tutup akses ke jaringan eksternal

4. Sebelum menggunakan perangkat, ganti kata sandi default, dan atur yang baru

5. Secara teratur perbarui perangkat firmware ke versi terbaru, jika memungkinkan

source : beritasatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here