https://img.okezone.com/content/2017/07/18/337/1739315/top-news-7-kritik-yusril-soal-presidential-threshold-kenapa-sih-takut-kalau-capres-lebih-2-pasang-t50du8ZFje.jpgBaca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Sikap pemerintah yang ngotot ingin ambang batas syarat pencalonan presiden (presidential threshold) 25% menuai kritik. Hal ini yang disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra.

Menurutnya, pemerintah dan partai pendukungnya seharusnya memberi kesempatan kepada warga negara untuk mencalonkan diri di pemilihan presiden dengan menghilangkan presidential treshold.

“Mengapa sih ketakutan sekali kalau calon lebih dari dua pasang? Kasih dong kesempatan calon-calon lain untuk maju, jangan calon-calon itu saja,” kata pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

Yusril juga mengritik sikap partai pendukung pemerintah yakni PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, dan PPP yang juga ngotot ingin ada ambang batas pencalonan presiden di Pemilu 2019.

“Inginnya mereka pasangan calon itu hanya dua saja seperti Pilpres 2014, atau bahkan, walau tahu itu inkonstitusional, mereka inginkan agar hanya satu pasangan calon saja,” pungkasnya.

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni mengatakan, presidential threshold 0% bisa saja terwujud di RUU Pemilu jika ada dorongan kuat dari publik. “Sekarang ini saya melihat teman-teman di parlemen mendorong supaya jangan sampai terjadi presidential threshold 20–25 persen. Selama ini kan sepi dari dorongan publik. Kita harapkan ada dorongan publik,” katanya.

Source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here