Skandal Pelecehan Seksual di Perusahaan Uber

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Raksasa aplikasi transportasi online Uber Technologies dikabarkan telah memecat 20 karyawannya dan CEO Travis Kalanick (40) dikabarkan akan mundur dari posisinya karena perusahaan yang dipimpinnya terlibat skandal pelecehan seksual.

NY Times melaporkan pada hari Minggu (11/6) waktu setempat, dewan direksi akan melakukan rapat terkait pergantian direksi yang berpotensi melibatkan Kalanick.

Menurut sumber, direksi akan melakukan perubahan kebijakan dan manajemen sebagaimana direkomendasikan oleh firma hukum Covington and Burling yang melakukan investigasi terkait dugaan pelecehan seksual dan budaya kerja diskriminatif.

Seorang sumber mengatakan Kalanick bisa mundur sementara atau mengurangi otoritas Kalanick sebagai CEO. Opsi lain adalah mengangkat chief operating officer yang akan membantu pekerjaan Kalanick.

Kalanick sendiri dikenal sebagai pemimpin yang kasar. Arianna Huffington, salah satu direksi Uber, mengatakan Maret lalu bahwa Kalanick harus lebih bertingkah layaknya seorang CEO perusahaan global besar.

Mantan karyawan Uber Susan Fowler dalam blognya mendeskripsikan budaya seksis, pelecehan seksual, dan diskriminatif di dalam tubuh Uber.

Dalam laporan yang dibuat Eric Holder dan Tammy Albarran dari firma hukum Covington and Burling, ditemukan 215 kasus yang melibatkan pelecehan seksual, diskriminasi, perilaku tidak profesional, dan keluhan-keluhan karyawan lain. Uber merespon laporan tersebut dengan memecat 20 karyawannya.

Uber divaluasi sekitar US$ 70 miliar tetapi hingga saat ini masih merugi. Uber memiliki 12.000 karyawan dan sekitar 1,5 juta partner/driver di seluruh dunia. Partner dan karyawan adalah dua hal yang berbeda.

source : beritasatu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here