Sedapnya Omzet Bisnis Kedai Kopi

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Menikmati sajian kopi asli lampung dengan sajian tradisional di tengah nuansa kafe yang menyatu dengan alam memberikan sensasi tersendiri. Kelebihan itu yang ditawarkan oleh warung kopi alias café yang bernama Galigo di Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Sejak pagi hari aktifitas di telah diramaikan oleh para barista yang sibuk mempersiapkan berbagai peralatan pengolah kopi. Sepintas tak ada yang berbeda kafe Galigo dengan kafe lainya, sang pemilik hanya mendesain bangunan kafe dengan bernuansa alami sederhana dengan bangunan kayu.

Tapi ada yang istimewa di kafe ini, pemilik kafe sengaja memperlihatkan cara pengolahan kopi dari biji mentah atau biasa di sebut green bean, hingga proses penyeduhan sampai dapat di nikmati pengunjung. Pengolahanya pun dengan cara yang sangat tradisional mulai dari proses sangrai atau roasting menggunakan kayu bakar dan gerabah.

Kopi yang di sangrai dalam gerabah perlahan akan berproses matang. Oembakaran yang menggunakan kayu akan menambah kesan wangi pada kopi yang terbakar.

“Biasanaya titik kematangan dengan warna kopi yang menghitam dan suara percikan pada kopi yang di sangrai dan juga harum kopi mulai terasa tentunya,” kata Antn di Kedaton, Bandar Lampung.

Menurut Anton, pengolahan tradisional ini adalah cara yang paling tepat untuk mendapatkan cita rasa kopi yang lebih dari sekedar kopi parikan lain. Proses penyangraian kopi langsung di kafenya adalah salah satu bonus bagi penikmat kopi yang hadir di kafenya. sehingga mendapatkan pembelajaran baru tentang kopi.

Di bantu barista cantik untuk mengolah seduhan kopi, menambah penikmat kopi semakin penasaran akan proses pengolahanya. Sang barista juga tak segan menunjukan takaran-takaran kopi yang tepat dalam mempersiapkan penyajian kopi.

Didirikanya kafe ini merupakan penyediaan tempat untuk petualangan kopi atau ia biasa menyebutnya experince drinking. Maka dari itu Anton tidak mematok harga yang mahal dari sajian kopi yang di berikanya. Jika di kafe besar harga secangkir kopi asli dihargai hingga Rp15 ribu maka di tempat ini ia hanya menjualnya dengan harga paling mahal Rp11 ribu.

Namun sisi keuntungan lainya, Anton dapat menjual kopi bubuk asli olahanya dengan kemasan berbeda beda. Dia juga biasa memenuhi pesanan toko oleh oleh dan super market yang telah mengetahui keunggulan kopi olahan tradisionalnya.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here