Puting Beling Menerjang Bantul, Banyak Pohon Tumbang

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Angin puting beliung kembali melanda wilayah Bantul, Yogyakarta. Kali ini kawasan Desa Bawuran, Kecamatan Pleret porak poranda dihantam angin puting beliung.

Akibat bencana ini, puluhan pohon tumbang dan sejumlah rumah milik warga, termasuk satu diantaranya sekolah TK dan PAUD Masyithoh, di wilayah Dusun Bawuran II, porak poranda akibat terjangan angin tersebut.

Salah satu warga Dusun Bawuran, Juhan menuturkan, kejadian tersebut terjadi Jumat 18 November 2016, sekira pukul 14.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah sekitar rumahnya. Tak lama berselang, pusaran angin besar mendadak muncul dari Selatan menuju ke Barat dan menyapu apapun yang dilewatinya.

“Termasuk rumah saya yang berada di tepi sawah itu. Atapnya rusak semua,”.

Mengingat besarnya pusaran angin, ia menduga banyak bangunan yang jadi korban. Ia menyebutkan, di sekitar rumahnya saja, sudah ada 2-3 rumah yang atapnya berserakan tersapu angin tersebut. Termasuk bangunan TK-PAUD Masyithah yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi bangunan yang dibangun sejak pasca gempa 2006 silam itu pun tampak porak poranda. Separuh atap dari sekolah yang terdiri dari tujuh kelas itu hilang tersapu angin.

“Tadi, saya dan guru-guru kerja bhakti mengevakuasi barang-barang penting,” kata Ismanto, penjaga sekolah.

Beruntung, saat kejadian tak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah dengan jumlah siswa mencapai 70 anak itu. Dikatakan Ismanto, ketika itu para siswa tengah mengikuti materi renang di luar sekolah. “Kok ya untungnya, Mas. Tadi anak-anak sedang tidak belajar di sini,” imbuhnya.

Terpisah, Pengawas Taman Kanak-Kanak Kecamatan Pleret, Sri Sundari menuturkan, untuk menghindari rasa trauma anak-anak, ia memutuskan agar TK-PAUD Masyitah tidak meliburkan siswanya.

Dengan kondisi tersebut, praktis sekolah memang tak lagi bisa digunakan. Untuk sementara, pihaknya akan memindahkan lokasi belajar para siswa ke rumah salah satu pengajar PAUD.

“Tetap saya minta masuk sekolah. Biar anak-anak tidak trauma. Beruntung, ada guru PAUD yang bersedia menampung mereka sementara,” ujar Sri.

Source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.