Filipina Mendesak PBB Tidak Mencampuri Perang Duterte

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay memberi penegasan kepada dunia internasional untuk tidak mencampuri kebijakan perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Rodrigo Duterte. Berbicara di depan Sidang Majelis Umum PBB, Perfecto mengatakan Duterte telah mendapatkan mandat untuk menghapus kejahatan dan narkotika di Filipina yang tidak dapat dikompromikan.

“Tindakan kami telah menjadi berita nasional dan menarik perhatian internasional karena berbagai alasan yang salah. Kami mendesak semua pihak untuk membiarkan kami berurusan dengan tantangan domestik kami demi mencapai tujuan nasional tanpa adanya campur tangan yang tidak diinginkan,” kata Perfecto sebagaimana dilansir dari Reuters, Minggu (25/9/2016).

Duterte yang menang mutlak dalam pemilihan presiden (pilpres) Filipina Mei lalu telah menjanjikan untuk menghapuskan kriminalitas dan peredaran narkotika. Janji itu berusaha dipenuhi dengan memerintahkan penembakan dan pembunuhan terhadap para pengedar dan gembong narkotika serta pelaku tindak kriminal tanpa pandang bulu.

Kebijakan yang telah menelan hampir 3.000 nyawa sejak pertama kali mulai diterapkan 11 pekan yang lalu mengundang kritik dan kecaman dari PBB dan Uni Eropa serta negara-negara Barat karena dianggap melanggar hak asasi manusia. Namun, sejauh ini semua kritik itu justru menimbulkan kemarahan Duterte yang meminta dunia internasional untuk tidak ikut campur urusan dalam negeri Filipina.

“Bagi dia (Duterte) kepercayaan (dari rakyat) itu adalah suci. Hal itu tidak dapat dilanggar, tidak dapat dikompromikan dalam kondisi apa pun,” jelas Perfecto.

Terlepas dari kritik Duterte terhadap PBB dan sejumlah negara dan organisasi internasional lainnya, Menlu Filipina menegaskan negaranya akan tetap menjadi rekan yang bertanggung jawab di dunia internasional dan menaati hukum yang ada.

“Perhatian domestik Filipina memaksa kami untuk bermitra dengan negara-negara seperti yang memiliki pemikiran serupa di bidang keamanan maritim, kontra-terorisme, penanggulangan bencana, dan kejahatan transnasional,” ujarnya.

Source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here