seperti-mencintai-membenci-pun-tidak-ada-alasan-yang-logis

Baca Berita terkini di bawahlaci.com, Kami menyediakan banyak artikel artikel menghibur, serta tips dan trik yang dapat anda coba, menambah pengetahuan anda di berbagai bidang termasuk teknologi.

Perasaan benci bisa datang kapan saja, bahkan dari orang yang selama ini kamu percaya dan kamu cintai. Maka tidak heran jika banyak orang menganggap bahwa benci dan cinta setipis kulit bawang. Sulit dibedakan. Memang hal yang terlalu seringkali berujung tidak menyenangkan. Misalnya membenci sesuatu yang akhirnya jadi cinta, atau mencintai sesuatu hingga akhirnya membenci.

Tentu kamu masih ingat berapa besar kamu mencintai mantan kamu. Iya dia ‘pernah’ menjadi prioritasmu, apakah perasaan itu masih sama? Atau sebaliknya. Jika pun masih cinta mungkin tidak sebesar dulu, seringkali kamu membencinya hingga sekadar mendengar suaranya saja enggan. Maka bisakah kamu menjelaskan alasan mengapa kamu membencinya? Padahal kamu pernah mencintainya dengan tulus. Bahkan pernah merasa tidak akan baik-baik saja jika ia tiada?

Tidak selamanya apa yang kamu inginkan dapat berjalan sesuai dengan harapanmu. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penghambat kamu untuk mewujudkan impianmu. Apakah kamu justru membenci orang-orang yang kamu rasa menghalangimu? Hmm, asumsi seringkali membuat kamu melakukan tindakan yang gegabah. Daripada menyalahkan orang lain, coba cek kembali sudahkah kamu menjalankan semua dengan sebaik mungkin. Jangan-jangan kamu hanya separuh hati melakukannya.

Ladies, perasaan seringkali melampaui logika. Ada beberapa hal yang memang tidak dapat dijelaskan dengan logika membuat kamu terjebak di dalamnya. Membenci memang mudah dilakukan tapi bukan berarti akan membuat kamu merasa nyaman. Rasa benci justru akan membuat kamu tidak nyaman dan tidak tenang. Mengabdikan diri pada kebencian tidak akan membuat kamu baik-baik saja.

source : vemale

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here