Berlatar belakang pendidikan Teknik Lingkungan, membuat nurani Hijrah Purnama Putra tergerak untuk melakukan sesuatu pada lingkungan di sekitarnya. Berawal dari hal kecil seperti sampah yang kerap dia temukan berserakan.

Putra, sapaan akrab lelaki kelahiran Banda Aceh ini, akhirnya mencoba melakukan aksi sederhana mengumpulkan sampah-sampah yang ada di warung burjo dan angkringan, aksi ini dimulai pada 2008. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, Putra tidak semata-mata mengumpulkan sampah dari warung burjo dan angkringan tapi ia membeli sampah-sampah dari warung tersebut.

Selama satu tahun dia menjalankan program pengumpulan sampah, pada 2009 dia dan rekannya mulai kebingungan karena sampah semakin menggunung, dari sinilah terbentuk ide untuk membuat produk berbahan dasar daur ulang sampah. Kala itu produk perdana yang dibuat adalah produk seminar kit yang dijual dengan harga Rp25.000 dan tidak disangka baru perdana membuat order, Putra langsung kebanjiran order seminar kit daur ulang limbah sampah berjumlah 250 buah.

Akhirnya proses pengumpulan sampah semakin diintensifkan hingga akhirnya terbentuklah bank sampah. Sampah-sampah yang dikumpulkan Putra adalah sampah spesifik hanya sampah dari sachet makanan dan minuman. Putra terus melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk mengumpulkan sampah melalui bank sampah miliknya. Saat ini terdapat 205 kelompok yang bertugas mengumpulkan sampah. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-8 orang.

“Metode pengumpulan sampah terbilang mudah. Beberapa kelompok ada yang mengumpulkan sampah, nanti ada tim kami yang melakukan penjemputan mendatangi para kelompok untuk mengambil sampah. Harga satu sampah kami hitung mulai dari Rp10-70 tergantung dari besar kecilnya sampah. Satu bulan kami bisa mendapatkan 4.000 bungkus sampah,” ujar pria peraih juara 1 kategori usaha sosial wirausaha muda mandiri yang juga owner butik daur ulang ini, kemarin.

Pada 2011, Putra fokus membuat butik daur ulang, butik ini berisi produk-produk sampah daur ulang yang disulap menjadi produk bernilai ekonomis seperti seminar kit, tas sekolah, goodie bag , dompet, tas laptop, bros, dan produk lainnya. Saat ini total produk mencapai 90 jenis produk. Butik daur ulang sampah sendiri terletak di Jalan Sukoharjo No 132 Condongcatur, Sleman, Yogyakarta.

Belum lama ini, butik daur ulang sampah baru saja mengeluarkan produk baru yaitu tas lipat. Sebagian besar produk yang diminati masyarakat adalah dompet, tas, dan map. Harganya pun cukup relatif, mulai dari Rp6.000-275.000. Proses membuat daur ulang sampah menjadi berbagai produk menarik dimulai dari proses pengumpulan sampah terlebih dahulu setelah itu sampah dihitung, dicuci, kemudian dikeringkan, dan disortir.

Setelah proses sortir selesai, sampah disimpan di gudang terlebih dahulu. Kemudian dijahit, dan terakhir masuk pada sistem quality control. Setelah itu, produk mulai dipasarkan. Kendalanya adalah masih banyak masyarakat yang malu menggunakan produk daur ulang dari limbah sampah. Padahal produk ini sudah dibuat dengan desain menarik.

Barang yang digunakan pun cukup awet karena sudah masuk pada sistem quality control . “Ke depan saya berharap banyak orang yang menabung di bank sampah dan tidak ragu menggunakan produk daur ulang limbah sampah. Saya juga sedang menyiapkan portal sistem di mana nantinya masyarakat dapat cek saldo sampah melalui SMS. Hal ini kami lakukan untuk mengurangi sampah yang masuk ke Kota Yogyakarta. Setelah adanya program ini, kami dapat mengurangi jumlah sampah per hari di Yogyakarta mencapai 16,90%,” paparnya.

Dian, salah satu pengunjung Expo Wirausaha Muda Mandiri mengaku tertarik melihat berbagai produk daur ulang sampah milik butik daur ulang. Karena, kreasinya yang inovatif dan produknya yang tidak kalah dengan produk di pasaran lainnya.

“Tas dan dompet serta beberapa aksesori di sini sebelumnya saya tidak menyangka ini semua dibuat dari limbah sampah. Karena sekilas tidak terlihat bahwa produk ini adalah produk daur ulang. Konsepnya kreatif, karena dapat menyulap sampah menjadi barang yang unik dan dapat kembali dipakai dengan nilai ekonomis yang tinggi,” tuturnya.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.