Apa sih yang bisa membuat seseorang berselingkuh dengan pasangannya sendiri? hmm, jawabannya nggak selalu karena ada pihak atau orang ketiga yang hadir dan menggoda salah satu pihak. Keinginan untuk berselingkuh bisa saja muncul dari diri sendiri atau dari dalam hubungannya sendiri. Orang ketiga terkadang nggak tahu tentang kondisi dan situasi yang sedang ia alami, dan menjadi “kambing hitam” dari perselingkuhan yang diniatkan oleh orang lain.

Jadi, apa yang bisa membuat seseorang ingin berselingkuh dari hubungannya? Coba tengok 5 pemicunya berikut ini.

Komunikasi yang Buruk

Komunikasi memegang peranan penting dalam kelancaran suatu hubungan. Apabila komunikasi dapat dilakukan dengan baik, tentunya akan menghindari kesalahpahaman yang bisa memicu pertengkaran serta masalah lainnya. Komunikasi yang baik juga dapat membantu membangun hubungan jadi lebih harmonis dan langgeng.

Apabila komunikasi yang dilakukan dalam suatu hubungan nggak berjalan dengan baik, bukan nggak mungkin kesalahpahaman dan kecurigaan akan selalu muncul dalam hubungan. Hal itu lah yang dapat membuat salah satu pihak tergoda ingin berselingkuh dengan orang lain.

Gagal Move On Jadi Ingin Berselingkuh

Penting sekali untuk memulai hubungan setelah benar-benar move on dari mantan. Sebab jika gagal move on, maka akan membawa dampak buruk dalam hubungan barunya di kemudian hari. Mulai dari sering mengungkit mantan, bersikap negatif karena masih menyimpan dendam pada mantan, membanding-bandingkan mantan dengan pasangan baru, dan merasa nggak puas hubungan baru sehingga ingin berselingkuh.

Adanya beban dari move on yang belum benar-benar selesai tersebut membuat seseorang nggak menikmati hubungan barunya dengan pasangan barunya. Dari situlah keinginan berselingkuh pun hadir. Entah dengan mantannya, entah dengan orang lain.

Ingin Berselingkuh Karena Bermain Sosial Media

Bukan rahasia lagi kalau sosial media juga menjadi media bagi banyak orang untuk berselingkuh. Serunya bercanda-tawa dengan lawan jenis lain di sosial media, mudahnya melakukan flirting tanpa ketahuan pasangan, serta akses yang mudah untuk bertemu dengan lawan jenis yang “lebih baik dari pasangan”, membuat siapa pun tergoda ingin berselingkuh.

Selain karena hal-hal di atas, perselingkuhan bisa terjadi lantaran curhat-curhat yang dilakukan di sosial media. Mulai dari curhat di status sosial media, kemudian mengundah beberapa akun lain untuk bersimpati dan berkomentar, lalu percakapan pun memanjang hingga menumbuhkan ketertarikan satu sama lain.

Nggak Ada Sikap Saling Menerima

Semua orang di dunia ini ingin memiliki pasangan yang sempurna., tetapi semua orang nggak ada yang sempurna. Untuk itu, perlu ada sikap saling menerima dan menghargai kekurangan-kelebihan yang dimiliki masing-masing. Apabila salah satu pihak nggak bisa menerima kekurangan pasangannya, besar kemungkinan timbul niat ingin berselingkuh.

Ia merasa nggak puas dengan pasangannya sendiri sehingga ia berusaha mencari orang yang lebih baik lagi—dan lebih baik lagi—dari pasangannya. Bukan nggak mungkin di hubungan yang selanjutnya, ia akan berselingkuh lagi karena bertemu dengan orang yang lebih baik lagi.

Masalah Keuangan

Memang benar bahwa sejumlah kasus perselingkuhan terjadi karena masalah uang. Ada yang memiliki harta berlebih sehingga merasa bisa memiliki semua pria/wanita di dunia. Ada yang butuh harta banyak sehingga selalu bergonta-ganti pasangan karena selalu menemukan yang lebih kaya dari sebelumnya.

Jadi, semua perselingkuhan nggak selalu karena kehadiran orang ketiga. Seseorang ingin berselingkuh karena adanya kesempatan dan niat dari diri sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.