Semen Padang bertindak sebagai tuan rumah pada pertandingan leg kedua Semifinal Piala Jenderal Sudirman 2015 di GOR Agus Salim Padang, berakhir dengan babak adu penalti dengan skor 4-2. Anak asuh Nil Maizar ini berhasil menyamakan agregatnya 2-0 atas Pusamania Borneo FC menjadi 2-2.

Kekalahan yang ditelan pemain Tim Pesut Etam ini harus ditelan pahit oleh pelatihnya Kas Hartadi yang tidak bisa lolos ke final. Apalagi setelah dua pemain Semen Padang Yoo Hyun-Koo  dan Rudi Bawa mencetak gol yang membawa laga hingga babak tambahan dan drama adu penalti.

“Dari permainan awal kita sudah mendapatkan tekanan dari pemain lawan (Semen Padang), mereka bermain agresif, di babak kedua kita mencoba lepas dari tekanan itu namun tidak bisa, kita masih tertekan juga akhirnya kita penalti,” kata Kas Hartadi selepas laga berakhir, Sabtu 16 Januari 2016.

Kartu merah pada babak kedua yang diterima pemain Pusamania juga dinilai Kas Hartadi merugikan timnya “Arpani tadi mendapat kartu merah ini merugikan kita dan merusak strategi awal,” ujarnya.

Lebih lanjut oleh Kas Hartadi. Ia menyebut satu pemain yang sulit dibendung di kubu Semen Padang, yakni Hendra Bayauw yang memiliki kecepatan dalam berakselerasi dan melakukan serangan.

“Kita sulit membendung pemain Hendra Bayauw dia cepat menyerang pertahanan kita,” ucapnya.

Sementa pelatih Kabau Sirah julukan Semen Padang, Nil Maizar mengakui pemainnya hari ini bermain luar biasa dan salut pada pemainnya.

“Tadi saya mengatakan sama anak-anak, ini adalah harga diri kita, kita bermain di kandang dan tidak boleh kalah,” imbuh Nil Maizar.

“Saya tadi bilang sama pemain semifinal kita kalahkan maka penalti kita juara,” pungkasnya.

source : okezone

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY