YOGYAKARTA- Ahmad Kevin (16) pelajar kelas 1 SMA, warga Jetis, Sinduadi, Mlati, Sleman, DIY hilang. Ibunya menduga sang anak hilang karena ikut organisasi terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

“Saya yakin 100 persen anak saya ikut organisasi Gafatar,” kata ibu korban, Olivia Sandra Yunita (39) saat dihubungi, Minggu (10/1/2016).

Sejak SMP hingga pergi dari rumah, anaknya sekolah di Sekolah Berbasis Rumah (SBR) Gafatar, di Maguwoharjo, Depok, DIY. Dijelaskannya, hilangnya Kevin pada 26 November 2015, karena terbujuk rayuan ayahnya, Sanggar Yamin, yang sudah bercerai dengan dirinya sejak 2008.

download

Ia menceritakan kronologi, hilangnya Kevin, pada Kamis 26 November 2015. Saat itu, ia dijemput ayahnya di rumah. “Mantan suami saya pamit mengajak Kevin untuk membesuk nenek Kevin yang sedang sakit di Bima, NTB. Saya mengizinkan Kevin pergi bersama ayahnya,” kata Nita.

Saat pergi kevin membawa satu tas berisi pakaian dan perlengkapan lainnya. “Dia juga membawa gitar,”imbuhnya.

Kecurigaan muncul setelah beberapa hari kemudian, telefon genggam Kevin maupun mantan suaminya tidak bisa dihubungi. Kemudian, dirinya mendapat SMS mengabarkan jika Kevin baik-baik saja dan sedang bersama ayahnya.

“Saya menghubungi nomor tersebut sudah tidak aktif, dari bahasa (SMS)-nya itu bukan Kevin,” tegasnya.

Kemudian, ia menemukan sebuah surat saat membersihkan kamar Kevin. Surat itu bertuliskan identitas Kevin yang ditujukan untuk seseorang bernama Bunda Tika Prasetya. Selain itu menemukan surat Bertuliskan “Tentukan arahmu karena waktu terus mengejarmu”.

“Saya yakin itu bukan tulisan anak saya,” tegas Nita yang sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti.

source : okezone

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here