Pasien yang sudah terdiagnosa menderita kelainan tulang belakang tidak boleh sembarangan melakukan terapi jenis apa saja, termasuk chiropractic. Bisa-bisa hal ini membawa bahaya bagi dirinya, seperti kisah kematian putri mantan petinggi Perusahaan Listrik Negara (PLN), Allya Siska Nadya.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr Ilham Oetama Marsis SpOG(K) berpesan kepada masyarakat, agar Anda memahami manfaat dari terapi manipulatif tulang belakang ini, hanya untuk memperbaiki hambatan atau disfungsi sendi saja.

Berikut adalah penyakit yang membuat pasien dilarang melakukan chiropractic, yang dirangkum Okezone, Sabtu (9/1/2016).

1. Anomali seperti dens hipoplasia, os odontoideum yang tak stabil, dsb

2. Retak akut

3. Tumor kord tulang belakang

4. Infeksi akut seperti osteomyelitis, disitis septik, dan TBC tulang belakang

5. Tumor sumsum tulang belakang

6. Hematomas, baik kord tulang belakang atau intra-kanalikular

7. Penyakit berbahaya di tulang belakang

8. Hernia cakram ‘frank’ dengan tanda-tanda defisit neurologis progresif yang

menyertai

9. Invaginasi basilar dari tulang belakang pada tengkuk bagian atas

10. Malformasi Arnold-Chiari pada tulang belakang tengkuk bagian atas

11. Dislokasi dari sebuah vertebrata

12. Jenis-jenis tumor yang agresif, seperti kista tulang aneurismal, tumor sel

raksasa, osteoblastoma atau osteoid osteoma

13. Fiksasi internal / alat stabilisasi

14. Penyakit neoplastok pada otot atau jaringan lunak lainnya

15. Tanda-tanda Kernig atau Lhermitte yang positif

16. Hipermobilitas kongenital yang digeneralisir

17. Tanda-tanda atau pola-pola ketidakstabilan

18. Syringomyelia

19. Hidrosepalus dari aetiologi yang tak dikenal

20. Diastematomyelia

21. Sindrom kauda ekuina

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here