PT PLN (Persero) sudah membantah jika penambahan listrik untuk beberapa pelanggan bukanlah bonus melainkan kompensasi yang diberikan PLN, baik karena tanggung jawab atas pelayanan yang buruk maupun pelanggan yang beralih menggunakan token atau voucher listrik.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menjelaskan, jika pelanggan membeli voucher listrik sebesar Rp100 ribu, maka akan ada tambahan token karena pengembalian uang jaminan dari konsumen yang migrasi dari pasca bayar ke prabayar.

“Di struk akan ada dua token, selain Rp100 ribu ada token pengembalian uang jaminan. Kalau konsumen tidak perhatikan ada token tambahan, tidak perlu khawatir, token yang tadi jaminan bisa dilaporkan kepada kontak center. Nanti akan kami sampaikan nomer tokennya,” kata Benny di Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Benny menambahkan, catatan pembelian listrik juga dapat dilihat dari riwayat jika membuka situs PLN.co.id.

“Kalau sudah terbiasa dengan gadget lalu buka website bisa buka PLN.co.id. bisa dibuka di riwayat prepaid. Akan ada dua bagian. Di bagian atas akan ada riwayat pembelian token dan di bawah akan ada token tambahan,” paparnya.

“Nah jadi selain kompensasi karena layanan PLN lebih buruk dari yang kami janjikan, juga ada hal lain seperti pengembalian uang jaminan langganan,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Marbun menjelaskan, kalau ada penggantian meter prabayar. Di sana ada sisa kwh, maka pengembalian kwh akan dimasukkan salam struk pembelian token dan ada di website PLN.

“Jadi apa yang diberitakan, di website hanya media tambahan. Fasilitas dari kami kepada mayarakat yang mau lihat riwayat token,” tukasnya.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here