Kepemilikan senjata api di Amerika Serikat untuk membela diri menjadikan dilema tersendiri bagi pemerintah. Tidak sedikit korban yang meninggal dunia akibat ulah dari pemilik senjata api yang kerap menyalahgunakan senjatanya itu. Beberapa cara pun ditempuh oleh pemerintah Amerika, mulai dari undang-undang yang diubah di beberapa negara bagian hingga diberlakukan secara ketatnya akan kepemilikan senjata api. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama akhirnya memutuskan untuk memerintahkan pada instansi terkait agar secepatnya meneliti tentang pemakaian teknologi SmartGun dapat diterapkan.

SmartGun adalah teknologi dimana senjata api dibekali teknologi frekuensi yang dapat melakukan tracking dan juga dapat diterapkannya teknologi fingerprint scanner, sehingga hanya si pemilik senjata saja yang dapat menggunakannya. SmartGun juga nantinya dapat dibekali dengan smartwatch yang bekerja sebagai sensor jarak dimana bila keduanya berjauhan senjta api tidak dapat digunakan.

Beberapa opsi inilah yang diinginkan oleh Obama pada seluruh senjata api yang beredar di Amerika Serikat, dimana kejahatan atau kekerasan dengan pengunaan senjata api dapat ditekan. Kabarnya Obama sangat menekan instansi pemerintahan terkait yaitu Justice Department dan Homeland Security untuk segera menemukan solusi dalam 90 hari ke depan.

Pengembangan dan mempromosikan teknologi terkini pada senjata api yang beredar akan mengurangi tragedi yang kerap terjadi di negara kita, dan ini menjadi prioritas utama”, ungkap Obama dalam memonya. Keputusan Obama ini tentu menjadi hal yang menarik dimana ide konsep teknologi diterapkan dalam senjata, sudah lama ditentang oleh asosiasi perkumpulan senjata di negara adidaya ini. Mereka berdalih hal ini akan berujung pada dilarangnya masyarakat memiliki senjata api.

source : jagatreview

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here