Dedikasi dan rasa cinta, dua hal yang cukup untuk menjadi motor pendorong bagi seseorang untuk melakukan apa saja dan mencapai apa yang ia inginkan dalam hidup. Mereka yang berhasil melakukannya tanpa memperlihatkan rasa menyerah sedikitpun berakhir menjadi orang-orang yang mampu menginspirasi kita yang mungkin sulit menemukan motivasi yang solid untuk sekedar bangun pagi dari ranjang. Seberapa besar kekuatan dari kombinasi keduanya? Cukup untuk membuat seorang gamer tunanetra, tanpa penglihatan sama sekali, untuk menyelesaikan sebuah game yang sudah ia tekuni selama 5 tahun terakhir ini. Sebuah pencapaian yang tentu saja pantas untuk mendapatkan tepuk tangan sekeras-kerasnya.

Terry Garrett – seorang gamer tunanetra hidup dengan sebuah misi yang cukup mengagumkan di industri game, bahwa terlepas dari fakta bahwa ia adalah seorang tunanetra, ia berambisi untuk menyelesaikan sebuah game tiga dimensi seperti halnya gamer normal pada umumnya. Fakta bahwa video game adalah produk hiburan yang menitikberatkan pada stimulus visual bukanlah halangan sama sekali. Dimulai di tahun 2011, Garrett memulai playthrough The Legend of Zelda: Ocarina of Time, tepatnya di tanggal 8 Mei. Kini, hampir 5 tahun setelahnya, game ini akhirnya berhasil ia rampungkan.

Bagaimana caranya? Kuncinya ada di kesabaran. Garrett yang kini tengah mempelajari engineering di University of Colorado menggunakan suara yang dihasilkan di dalam game, baik dari suara teman Link – Navi, musuh, dan suara senjata yang terkena dinding sebagai pemandu. Ia juga memainkan game ini dengan menggunakan emulator untuk memungkinkan proses Quick Save dan Quick Load untuk membuatnya lebih “mudah”. Sisanya? Proses trial dan error. BANYAK proses trial dan error. Terry sendiri merilis video, lengkap dengan penjelasan untuk setiap progress yang berhasil ia capai.

source : jagatplay

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here