Dalam beberapa tahun belakangan ini, kita sering mendengar berita tentang orang tua yang mendapatkan tagihan kartu kredit gila-gilaan hanya karena anaknya tidak sengaja membeli aplikasi berbayar maupun membeli sesuatu di dalam aplikasi tersebut (in-app purchases). Hal ini sepertinya terulang kembali, di mana ada seorang anak berusia 7 tahun yang telah menghabiskan Rp 81 juta untuk membeli barang di dalam aplikasi.

Menurut penuturan Mohamed Shugaa, si anak tersebut membeli barang di dalam aplikasi Jurassic World menggunakan iPad milik ayahnya. Nampaknya sang ayah sendiri tidak mengetahui kalau anaknya mengetahui kode pass untuk bisa menggunakan iPad tersebut, sehingga membuat sang anak juga bisa melakukan bypass terhadap pengaman di dalam kartu kredit si ayah yang tersimpan di dalam iPad yang sama.

Shugaa sendiri mengatakan bahwa dirinya kesal dan meminta pihak Apple untuk bisa melakukan pengamanan lebih lanjut mengenai kasus ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selanjutnya. “Saya sangat marah. Usia saya 32 tahun, kenapa Apple berpikir bahwa saya akan menghabiskan uang sebanyak itu untuk membeli dinosaurus dan upgrade gamenya? Mengapa mereka tidak mengirimkan email untuk menkonfirmasi apakah pembelian ini memang telah dilakukan? Saya tidak mendapatkan apapun dari mereka. Berapa lama hal ini telah berlangsung?”

Sebagai informasi, baik Apple dan Google telah membuat pernyataan resmi bahwa aplikasi-aplikasi yang ada di Store mereka pasti akan memiliki in-app purchases. Pada bagian Apple, mereka telah memiliki opsi untuk mengamankannya dengan password untuk setiap pembelian. Namun setelah mendengar keluhan dari Shugaa, Apple sepertinya bersedia untuk mengembalikan pembelian gila-gilaan yang tidak disengaja tersebut.

Bagi Anda para orang tua yang membiarkan anaknya bermain menggunakan perangkat milik Anda, ini adalah saat yang tepat untuk segera memberitahu anak-anak Anda untuk tidak melakukan pembelian jenis apapun ketika bermain game, setidaknya tidak menghubungkan kartu kredit atau payment jenis apapun di dalam perangkat tersebut, untuk menghindari kasus Shugaa yang lainnya.

source : jagatreview

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here