Jakarta – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) seiring dengan pelemahan harga minyak ke posisi terendah 11 tahun serta anjloknya saham Apple yang membeban indeks S&P 500.

Dilansir dari Reuters, Kamis (31/12/2015), indeks energi S&P tercatat turun paling tajam di antara 10 sektor utama, dengan terkikis 1,16 persen usai adanya ramalan musim dingin yang pendek di Amerika Utara dan Eropa sehingga akan menyebabkan penumpukan stok minyak.

Saham Exxon kehilangan 1,28 persen, sementara Chevron merosot 1,14 persen. Kekhawatiran tentang penjualan iPhone telah memukul saham produsen ponsel itu dalam beberapa pekan terakhir.

Saham Netflix dan Amazon.com turun 0,96 persen dan 0,04 persen. Indeks Dow Jones turun 0,25 persen menjadi 17.677,32 poin dan S&P 500 terkikis 0,31 persen menjadi 2.071,97. Sedangkan Nasdaq Composite telah turun 0,38 persen ke 5.088,43.

Indeks S&P 500 tetap positif untuk tahun ini dengan naik tipis 0,7 persen, sedangkan Nasdaq naik sekitar 7 persen dan Dow Jones turun 0,8 persen sepanjang 2015.

Peningkatan pasokan dan permintaan minyak yang lebih rendah dari Asia telah mengirimkan harga minyak jenis Brent terpuruk ke level terendah dalam 11 tahun.

Sektor energi tercatat anjlok sekitar 23 persen sepanjang tahun ini. Sedangkan indeks perusahaan tambang telah terkikis 9 persen akibat rontoknya harga komoditas pada 2015.

Volume perdagangan diperkirakan akan tetap tipis sampai Kamis, hari perdagangan terakhir tahun ini.

Saham Pep Boys turun 2,85 persen menjadi US$ 18,4. Miliarder Carl Icahn setuju untuk membeli produsen suku cadang mobil sekitar US$ 1,03 miliar setelah Bridgestone Jepang mengatakan tidak akan melawan tawaran tersebut. Merespons keputusan itu, saham Icahn Enterprises turun 0,44 persen.

Weight Watchers melonjak 23 persen, memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga setelah perusahaan meluncurkan kampanye iklan yang menampilkan Oprah Winfrey pada pekan lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here