Pulau Maratua, Surga Pencinta Fotografi dan Snorkeling

0
350

MARATUA merupakan destinasi wisata bahari yang menyuguhkan beranekaragam spesies hewan laut. Beberapa di antaranya langka dan termasuk hewan dilindungi. Tak heran jika Maratua menjadi surga bagi para penyelam dan fotografer karena keindahannya yang memesona. Letaknya yang berada di bagian terluar Indonesia serta perlu waktu yang tidak sebentar untuk bisa sampai ke pulau Maratua, tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke sini.

Dimulai dari kota Balikpapan menuju Tanjung Redeb lewat jalur udara selama 1 jam, lalu dilanjutkan dengan speedboat dari Tanjung Redeb ke Pulau Maratua sekitar 2-3 jam. Apabila berangkat melalui Tanjung Batu, Anda harus melewati jalur darat terlebih dahulu. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 2 jam dari Tanjung Redeb kemudian dilanjutkan dengan speedboat selama 30 menit.

Di Pulau Maratua sarana transportasi darat yang sering digunakan adalah kendaraan roda dua. Selain karena fasilitas setempat yang masih terbatas, juga karena jalan yang tidak terlalu lebar. Desa yang dapat terhubung melalui jalur darat hanya Desa Payung-payung, Bohe Silian dan Teluk Harapan. Hal ini membuat transportasi lewat air masih menjadi yang utama di pulau ini.

Pertama kali sampai di Pulau Maratua, Anda akan langsung disambut dengan pemandangan alam yang indah, hamparan pasir putih dan laut yang biru. Ada banyak aktivitas wisata yang bisa dilakukan di sini seperti berenang, diving, snorkeling, fotografi, mengunjungi pemukiman Suku Bajo, melihat penyu, berpetualang ke gunung, gua, danau, dan masih banyak lagi.

Tidak perlu menyelam terlalu dalam, cukup dari kedalaman air laut 5 meter, Anda sudah dapat menyaksikan pemandangan bawah laut dengan berbagai jenis hewan seperti hiu (white tip sharks dan hammerhead sharks), kuda laut, belut pita, cumi-cumi, lobster, ikan pipa, dan lain-lain. Di sini ada sebuah batu karang sepanjang 18 meter di kedalaman air 10 meter bernama Blue Trigger Wall yang sudah terkenal namanya.

Pulau Maratua adalah tempat terbesar bagi penyu untuk bertelur. Oleh karena itu, Anda bisa menjumpai penyu secara langsung saat berada di sini. Jika ingin melihat proses penyu bertelur secara alami, maka Anda harus bersedia keluar malam hari. Secara garis besar, terdapat 21 titik terbaik yang paling bagus dijadikan tempat diving. Dari peta, titik-titik tersebut terlihat seperti bentuk U terbalik. Tak perlu repot memikirkan perlengkapandiving dan snorkeling. Di sini sudah tersedia jasa dive operator. Selain itu, ada hutan bakau dan padang lamun yang bisa dikunjungi saat berkunjung ke Pulau Maratua.

Apabila ingin berpetualang, Anda bisa mengunjungi gua-gua sarang burung walet, atau mendaki gunung putih untuk menyaksikan Teluk Maratua dan tebing-tebing yang menghiasinya. Berada di atas ketinggian sambil melihat pantai di saat matahari terbenam tentunya akan menjadi pengalaman menarik.

Pulau dengan luas daratan sekitar 384,36 km2 ini telah dihuni oleh Suku Bajo dan terbagi menjadi 4 desa. Sebagian mata pencaharian masyarakatnya adalah mengolah hasil laut atau kerajinan tangan. Jadi, jangan lewatkan membeli hasil kerajinan dari pulau ini untuk cinderamata bagi kerabat atau teman di rumah.

Hanya ada satu fasilitas penginapan di Pulau Maratua, yaitu Maratua Paradise Resort. Untuk menginap di sini, siapkan kocek antara Rp900.000–Rp1.250.000/orang/malam. Jika ingin lebih hemat, Anda bisa menginap di rumah penduduk dengan tarif Rp250.000–Rp350.000/malam. Homestay di Desa Payung-payung bahkan lebih murah, yaitu hanya Rp150.000/kamar.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here