Pendidikan Inklusif, Guru Butuh Pelatihan

0
397

JAKARTA – Penyetaraan pendidikan bagi penyandang disabilitas dilakukan melalui sekolah inklusi. Artinya, mereka yang memiliki keterbatasan juga bisa bersekolah di tempat yang sama dengan siswa pada umumnya.

Pemerhati pendidikan dan pengembang pendidikan karakter, Doni Koesoema, dalam sebuah kesempatan mengatakan pemerintah seharusnya bisa memetakan daerah yang memiliki penyandang disabilitas paling banyak.

“Sehingga, ada prioritas. Kemudian dibuat sekolah pionir yang dari segi dana, tenaga, pendagodi didukung dengan kampanye ke masyarakat sekitar,” ucapnya.

Selain itu, tutur Doni, pemerintah juga harus memperbanyak kebijakan sehingga semakin banyak sekolah inklusif. Kendati demikian, hal tersebut juga didukung dengan persiapan tenaga guru.

“Ketika ingin membuat pendidikan inklusif, maka gurunya harus diberi pengetahuan dasar minimal saat pendidikan guru. Paling tidak mereka tahu konsep disabilitas itu apa. Begitu juga konsep dan paradigmanya. Setelah itu, baru ada spesialisasi ahli numerasi, literasi, disleksia, dan sebagainya,” tambah dia.

Sejauh ini, ungkap dia, belum ada sistem penilaian untuk penempatan siswa penyandang disabilitas. Para penyandang itu seharusnya diberi penilaian tentang sejauh mana dia bisa dan mampu bergabung dengan sekolah umum, serta akomodasi apa yang diperlukan.

“Dinilai sampai dengan sejauh mana sampai harus dipisahkan dengan waktu, alokasi, pelajaran, dan guru khusus. Intinya sebelum penempatan itu ada penilaiannya. Selama ini penyandang disabilitas langsung disekolahkan di SLB. Orangtuanya juga setuju saja karena mereka juga tidak tersedukasi,” pungkasnya.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.