Cara Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba Pengidap HIV/AIDS

0
371

JAKARTA – Sesuai dengan politik hukum Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, penyalahguna narkoba berhak untuk mendapatkan rehabilitasi. Namun, sebanyak 16 penyalahguna yang kini ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN), mengidap HIV/AIDS.

Kepala Medis Balai Besar Rehabilitasi Lido BNN, Dokter Iman memaparkan, pihaknya tidak membedakan pengananan pasien yang terjangkit virus HIV/AIDS.

“Sebenarnya penanganannya sama aja dengan penyalahguna yang lain,” ujar Iman kepada Okezone, Selasa (1/12/2015).

Meski demikian, karena pengidap HIV/AIDS terdeteksi dari menurunnya daya tahan tubuh, pihaknya menyiapkan obat ARV (Anti Retro Viral) guna kelancaran rehabilitasi. Namun, obat tersebut hanya bisa didapatkan dari rumah sakit pemerintah. Oleh karenanya, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit untuk memperoleh obat ARV.

“Karena HIV/AIDS terlihat dari kadar daya tahan tubuh, ada obatnya ARV tapi kita tidak menyediakan. Kita kerjasama dengan rumah sakit pemerintah. Kita MoU dengan Kemenkes,” imbuhnya.

Adapun terhadap 16 orang pengidap HIV/AIDS tersebut, lanjut Iman, rutin dilakukan pengobatan ARV selama sebulan sekali. Pemeriksaan itu, dilakukan usai sang pasien diperiksa daya tahan tubuh serta cek darah.

“Pemeriksaan khusus pada saat pemeriksaan ARV, itu sebulan sekali, mereka kita cek. Tapi kalau darah, daya tahan, lab semua di kita,” pungkasnya.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.