Menggunakan Hoverboard di Jalan Raya Bakal Kena Denda

0
322

Hoverboard atau bisa dibilang skuter matik dengan teknlogi self-balancing dan memiliki 2 roda memang sedang ramai-ramai nya di jagat dunia maya maupun dunia nyata. Banyak merek yang beredar di pasaran, termasuk salah satunya Xiaomi yang juga berencana untuk merilis hoverboard. Namun, skuter yang panjangnya sekitar hampir 1 meter ini juga menyita perhatian berbagai pihak, tak terkecuali badan penegak hukum.

Dikutip dari Business Insider, Kamis (19/11/2015) terdapat kabar kurang menyenangkan untuk para pengguna hoverboard ini. Disebutkan bahwa penggunaan hoverboard atau skuter self-balancing ini menyalahi aturan dan bakal dikenakan denda. Namun peraturan ini sementara berlaku di negara bagian Amerika Serikat, New York.

Salah satu juru bicara departemen kepolisian New York mengatakan bahwa penggunaan hoverboard melanggar aturan di New York. Bukan tanpa alasan, pihak kepolisian New York menjelaskan bahwa hoverboard ini merupakan kendaraan bermotor, namun tidak dapat didaftarkan ke departemen bagian kendaraan bermotor di New York.

Tapi baru-baru ini, akun Twitter resmi milik kepolisian New York mengatakan bahwa pelarangan penggunaan hoveboard ini mengacu pada undang-undang New York dengan kode 19-176.2. Dalam kode tersebut dikatakan bahwa skuter yang layak berada di jalan raya adalah skuter yang memiliki setang yang dikemudikan oleh orang di belakangnya, namun bukan skuter elektrik yang digunakan para kaum disabilitas. Tapi tidak lama entah kenapa cuitan tersebut sudah dihapus.

Selain itu dalam kode tersebut dikatakan bahwa hoverboard yang beredar saat ini belum ada yang mampu menyentuh angka kecepatan 15 mil per jam. Pihak kepolisian New York menjelaskan bahwa hoverboard hanya mampu berjalan pada kecepatan maksimal 12 mil per jam saja, sehingga tidak layak untuk mengatakannya sebagai kendaraan yang dapat lalu lalang di jalan raya.

Untuk konsekuensinya sendiri, bagi yang melanggar akan mendapatkan denda sebanyak 500 USD atau sekitar 7 juta Rupiah. Memang masih menjadi perdebatan di New York karena regulasi yang masih membingungkan tentunya. Nah, lalu bagaimana dengan negara kita tercinta ini? Apakah akan menerapkan hal yang sama juga ya?

source : beritateknologi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.