70% Orang Gila di Jakarta adalah Pendatang

0
1013

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah jumlah panti sosial untuk menampung gembel dan pengemis (Gepeng) serta orang-orang terlantar. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui panti sosial yang dimiliki Pemprov saat ini tak cukup untuk menampung para tunawisma tersebut.

Pasalnya, penghuni panti sosial di Jakarta, kata Ahok, 60 hingga 70 persen terdiri atas orang gangguan jiwa yang datang dari luar Ibu Kota.

“Yang paling masalah sekarang ini adalah orang dengan gangguan jiwa yang masuk ke Jakarta. Itu sekarang di panti kami 60 sampai 70 persen itu udah (diisi) orang -orang gangguan jiwa dari luar Jakarta. Makanya kita harus tambah fasilitas,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/11/2015).

“Sekarang tempat tinggalnya enggak cukup. Kita lagi mau bangun lagi tahun depan,” lanjut dia.

Ahok mengungkapkan, langkah Pemprov DKI menampung tunawisma dengan gangguan jiwa meskipun bukan warga Jakarta karena hal tersebut merupakan amanat pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi, fakir miskin dan orang terlantar dipelihara oleh negara. Selain itu, orang-orang terlantar dengan gangguan jiwa ini juga tak tahu hendak pulang kemana.

“Kenapa kita tampung, karena namanya juga orang gangguan jiwa, dia nggak tahu alamatnya lagi, dia pun nggak tahu mau pulang kemana. Ya sudah kita tampung saja,” ujar Ahok.

Namun begitu, secara keseluruhan, jumlah tunawisma diakui Ahok menurun. “Gepeng kita cukup baik ya, cukup menurun juga, karena kan ada perjanjian itu jalan,” pungkas dia.

source : okezone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here