BI Masih Waspadai Kenaikan Listrik & Elpiji

0
186

YOGYAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat berdasarkan survey mingguan, inflasipada minggu kedua November masih berada di kisaran 0,3 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan hasil tersebut masih sama dengan survey minggu pertama November 2015.

“Survey harga untuk inflasi minggu kedua sudah kira-kira 0,3 persen, sama seperti minggu pertama, tapi masih ada minggu ketiga dan keempat,” kata dia di Yogyakarta, Sabtu (14/11/2015).

Agus mengaku belum bisa memprediksi inflasi November secara keseluruhan. Kendati begitu, dia meyakini inflasi tahun 2015 akan mengarah ke target yaitu 4 plus minus 1 persen.

“November nanti itu dampak dari backlight itu sudah hilang karna kan kita di November tahun lalu menaikan harga BBM dan efeknya di November ini sudah akan hilang, akan ada koreksi dan kita harapkan ini mengarah ke 4 plus minus 1 persen,” imbuhnya.

Meski demikian, dia melihat tarif listrik dan harga gas elpiji masih menjadi dua hal yang terus dipantau BI. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan inflasi ke level 4 plus minus 1 persen.

“Jadi inflasi 2016 juga ada di 4 plus minus 1 persen, tapi kita juga musti mewaspadai kalau ada penyesuaian harga di administared price khususnya listrik dan gas ataupun tarif angkutan udara,” tutur dia.

Kendati begitu, Agus sangat mengapresiasi koordinasi yang selama ini dilakukan antara pemerintah pusat, daerah dan BI dalam menjaga inflasi. Selain tarif listrik dan gas elpiji, lanjut Agus, resiko dari badai El-Nino juga masih akan menjadi perhatian BI. “Kita sambut baik koordinasi yang ada karna akan menjaga agar inflasi bisa tetep stabil dan rendah, resiko dari El-Nino masih kita juga waspadai,” tukasnya.

source : okezone

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY