Wall Street Masih Dihantui Kenaikan Suku Bunga The Fed

0
313

New York – Indeks saham Amerika Serikat (AS bergerak mixed pada penutpan perdagangan Selasa waktu setempat. Keuntungan yang didapat saham kesehatan diimbangi oleh anjloknya saham Apple, selagi investor tengah cemas akan kenaikan suku bunga bulan depan.

Saham Apple (AAPL.O) turun 3,23 persen menjadi US$ 116,67 setelah Credit Suisse mengatakan Apple telah memotong pesanan komponen sebanyak 10 persen, mengindikasikan melemahnya permintaan untuk iPhone baru.

Saham itu memberikan hambatan terbesar pada tiga indeks utama. The S&P 500 juga bergerak mixed antara kerugian dan keuntungan marginal di perdagangan sore setelah jatuh di empat sesi sebelumnya.

Laporan itu menambahkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global, terutama di China, pasar utama bagi banyak perusahaan-perusahaan AS termasuk Apple.

Perusahaan juga akan terpukul dengan biaya pinjaman yang lebih tinggi jika Federal Reserve AS menaikkan suku bunga bulan depan, seperti yang banyak sudah memperkirakan.

“Kita akan melihat potensi kenaikan suku bunga pada bulan Desember dan Oktober adalah bulan yang kuat, sehingga mungkin akan tetap tutup pada terbalik,” kata Kurt Brunner, seorang manajer portofolio di Swarthmore Group di Philadelphia dikutip dari reuters, Rabu )11/11/2015).

Prospek kenaikan suku bunga juga berpengaruh pada dolar. Penguatan dolar berdampak pada penjualan produk perusahaan.

Indeks Dow Jones industrial average .DJI turun 0.04 percent at 17.724,17 points and the S&P 500 .SPX bergerak datar di level 2.078,48. Sementara Nasdaq Composite anjlok 0,44 persen ke level 5.073,10.

6 dari 10 saham unggulan S&P 500 bergerak naik, dengan saham sektor kesehatan memimpin zona hijau 0,55 persen, ditopang dari kenaikan Allergan 3,5 persen.

 

sumber : liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here