Bocah SD Korban Perampasan Sempat Ditodong Pedang

0
153

AKARTA – Sekelompok bocah yang baru duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) menjadi korban penodongan dan perampasan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) saat kegiatan Car Free Day, Minggu (8/11/2015) pagi tadi.

Mereka ditodong oleh sekelompok remaja yang diduga saat tengah istirahat usai berolahraga di hari bebas kendaraan itu.

“Kita semua lagi istirahat di bawah pohon. Tahu-tahu gerombolan anak SMA itunyamperin kita mau nodong terus ngeluarin pedang,” kata salah seorang korban, Ahmad Sahlan Azizi (11) saat ditemui di Pospol Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2015).

Saat itu, pelaku meminta sejumlah uang kepada para anak SD tersebut. Masing-masing dimintai uang Rp5-10 ribu. Karena kepalang takut melihat pedang yang dikeluarkan, delapan bocah SD itu pun menyerahkan uang yang dimilikinya.

Dikatakan Ahmad, masing-masing akhirnya menyerahkan uang Rp5 ribu. Namun nahas, setelah mendapat uang, handphone yang tengah dipegang Ahmad raib diambil si penodong.

“Pas kita semua sudah ngasih uang, handphone saya langsung diambil. Terus dia lari dan berpencar,” ujar bocah yang tinggal di wilayah Kemanggisan, Jakarta Barat ini.

Ketika bocah SD itu tengah bercerita kepada wartawan, salah seorang polisi wanita memarahi bocah SD itu lantaran tidak segera melaporkannya.

“Kamu pas sudah dirampas itu kenapa enggak teriak atau lapor polisi? Di dekat situ kan ada banyak polisi. Pasti kalian sok jagoan ya pada mau ngejar,” ujar ketus seorang polwan di lokasi.

Para bocah SD itu pun hanya tertunduk lesu. Dirinya mengaku bahwa saat itu mereka sempat berteriak namun tidak ada yang mendengar. Diketahui, dua jam kemudian gerombolan bocah SD itu melapor ke Pospol Bundaran HI.

Sementara, Kapolsubsektor Pos Polisi Bundaran HI, Iptu Negah Barta mengimbau kepada semua pihak untuk bisa menjaga barang berharganya masing-masing.

“Jaga barang berharganya masing-masing, jangan sampai meleng atau terlena. Karena di tengah kita-kita yang lagi asyik berolahraga atau rekreasi juga ada copetnya,” imbuhnya.

Nengah mengaku, kejadian serupa seringkali terjadi di acara hari bebas kendaraan ini. Dia menjelaskan, dalam seharinya bisa 3-5 kasus serupa terjadi.

Enggak tentu, kalau lagi ramai seperti ini kadang bisa sampai lima kasus. Tapi pernah juga enggak ada sama sekali. Pokoknya di mana ada kerumunan di situ ada copet,” pungkasnya.

source : okezone

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY