White Day – Game Horor Korea

0
289

Dua buah genre yang mungkin tak pernah Anda pikirkan bisa melebur di satu kata yang sama. Satunya berhubungan dengan rasa cemas, ketakutan, dan ancaman misterius yang tampaknya siap mengancam hidup Anda di setiap sudut, sementara kata lainnya lebih menggambarkan sesuatu yang positif, cinta, kasih sayang, dan sebuah momen indah yang sulit untuk dilupakan. Namun di dalam sebuah event Sony di Korea Selatan, kata horror dan romantis ternyata menjadi genre andalan yang hendak dijual oleh sebuah produk game baru racikan developer Korea – Roi Games. Ucapkan selamat datang pada White Day!

Berbeda dengan hari “Valentine” yang oleh budaya Barat diasosiasikan sebagai hari kasih sayang yang universal, beberapa negara seperti Jepang dan Korea Selatan lebih melihatnya sebagai hari pengakuan rasa cinta dari wanita untuk pria, terutama untuk mereka yang masih remaja. Sebuah hari lain, tepatnya sebulan setelah hari Valentine – di 14 Maret, budaya baru bernama “White Day” muncul. Seperti yang bisa diprediksi, ia merupakan hari sebaliknya dari Valentine, dimana kini giliran pria lah yang memberikan coklat atau memberikan pengakuan cinta ke wanita yang sudah ia lirik untuk waktu yang lama. Tema White Day dari Rio Games ini mengakar pada konsep yang sama.

Bedanya? Sang pria yang jadi karakter utama memutuskan untuk melakukan hal ini di tengah malam. Berusaha untuk menyusupkan coklat kepada wanita yang ia sukai, ia memutuskan untuk menginfiltrasi sekolah di tengah malam untuk melakukannya. Berita buruknya? Ini justru jadi keputusan terburuk. Ia tak bisa keluar dari sekolah dan terjebak, ditemani dengan begitu banyak kejadian mistis dan menyeramkan di sekitar. White Day sebenarnya bukanlah produk baru. Ia merupakan game remake dari game Korea yang juga sempat dirilis di tahun 2001 silam – White Day: A Labyrinth Named School. White Day akan ditawarkan sebagai game horror eksklusif untuk Playstation VR, yang berarti ditujukan untuk Playstation 4

source: Jagatplay

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY