Intip Harga Tanah di 6 Negara, RI Termahal Kedua di Asia

0
243

Ilustrasi investasi Properti (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Jakarta – Tanah atau lahan menjadi pilihan investasi lebih aman ketimbang logam mulia, seperti emas dan perak. Ketika pasar saham bergejolak dan investor berbondong-bondong keluar dari portofolio ini, investasi tanah tetap menarik karena mampu melindungi kekayaan penanam modal.

Portal properti global, Lamudi seperti dikutip dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/10/2015), merangkum daftar negara-negara berkembang yang menawarkan investasi tanah dengan harga kompetitif.

1. Nigeria

Hal penting yang perlu dipertanyakan adalah apakah aman untuk berinvestasi di Nigeria? Masalah keamanan dan ketidakstabilan politik telah menjadi bagian dari landskap di negara itu selama beberapa dekade, namun ada banyak peluang di negara tersebut.

Nigeria adalah negara penerima investasi langsung terbesar di Afrika, dan saat ini sektor non-perminyakan tengah berkembang lebih cepat dibanding sektor perminyakan. Negara berbasis 183 juta penduduk ini memiliki cukup sumber daya yang belum dimanfaatkan untuk menarik perhatian investor.

Harga rata-rata tanah di Nigeria Rp 2.035.280 (US$ 150) per meter persegi

2. Myanmar

Saat Jepang mulai berinvestasi, status ekonomi Myanmar berkembang pesat. Negara tersebut sangat bijaksana dalam mengambil strategi investasi sejak “dekade yang hilang” pada 1990.

Jepang mencoba mengurangi aset mereka yang berisiko di China dengan cepat memperluas Myanmar. Negara ini telah keluar dari cangkangnya, setelah bertahun-tahun mengalami isolasi ekonomi di bawah junta militer.

Partai yang berkuasa telah mengangkat sanksi terhadap investasi asing. Perusahaan multinasional besar, seperti Walmart dan Coca Cola mulai berinvestasi di negara yang dikenal akan susu dan uang ini. Perkembangan ekonomi yang pesat telah menetes ke sektor real estate. Harga tanah telah meningkat tajam, namun peluang yang baik dapat ditemukan dengan uji kelayakan yang luas.

Harga rata-rata tanah Rp 8.208.240 (US$ 605) per meter persegi

3. Pakistan

Pakistan secara teknis bukan merupakan pasar berkembang, melainkan pasar perbatasan. Hanya saja Pakistan berada di ambang kelulusan untuk naik ke tingkat lebih tinggi dalam waktu dekat.

Meski populasi Pakistan lebih besar dibanding Rusia, besaran pasar sahamnya setara dengan Yunani. Real estate adalah cara yang lebih aman untuk diversifikasi portofolio Anda di negara-negara perbatasan, karena risikonya dianggap lebih rendah daripada bermain di bursa saham.

Harga rata-rata tanah Rp. 3.600.670 (US$ 258) per meter persegi

4. Mauritius

Luas negara ini bisa dibilang mungil, tapi Mauritius telah menarik perhatian investor di seluruh dunia. Mereka melihat pulau kecil ini di tengah-tengah Samudra Hindia. Mauritius berpeluang menjadi pintu gerbang ke Afrika dan menawarkan tarif pajak korporasi yang kompetitif.

Mengutip penyataan Mark Twain yang terkenal “surga mengikuti Mauritius”; dijunjung tinggi oleh para penulis dan pelaku bisnis, dan sekarang Mauritius dianggap sebagai pusat ekonomi yang penting di kawasan itu, karena menghubungkan India dan Afrika.

Harga rata-rata tanah Rp 1.546.810 (US$ 114) per meter persegi.

5. Bangladesh

Sebanyak 12 dari 21 kota-kota besar dunia sekarang berada di Asia. Dan Dhaka, ibukota Bangladesh dianggap memiliki perkembangan yang paling cepat. Belanja infrastruktur utama telah dilakukan oleh pihak yang berkuasa secara progresif. Istilah pajak menguntungkan telah diperkenalkan untuk mendorong investasi asing dan membentuk kawasan industri.

Harga tanah di Bangladesh telah merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir, namun plot-plot utama yang terdapat di daerah yang selama ini kurang diperhatikan dapat menyajikan media yang kuat untuk proposisi jangka panjang.

Harga rata-rata tanah di Bangladesh Rp 2.835.280 (US$ 209) per meter persegi

6. Indonesia

Gugusan kepulauan ini menggabungkan ribuan pulau yang memiliki potensi tinggi untuk Asia Selatan. Dengan kelimpahan sumber daya alam, tenaga kerja muda terdidik dan pasar domestik yang berkembang pesat, menjadi dasar untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia tercatat oleh Lamudi sebagai tempat yang paling mahal kedua di Asia untuk membeli tanah setelah Myanmar. Ada banyak daerah yang kurang diperhatikan, namun memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.

Dengan bantuan dari agen lokal, Anda dapat mengidentifikasi beberapa real estate yang akan terus meningkat nilainya dalam jangka panjang. Diharapkan bahwa perekonomian Indonesia akan lebih besar dari Jerman pada 2030.

Harga rata-rata tanah Rp 3.514.240 (US$ 259) per meter persegi

“Meskipun tingkat risiko lebih tinggi di pasar negara berkembang, imbalannya substansial.Tanah, terutama di pasar negara berkembang adalah bagian penting dari portofolio investasi yang seimbang,” ujar Co-pendiri Lamudi, Mr. Kian Moini.

 

sumber : liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here