Tampak Sempurna di Facebook, Dokter Cantik Ini Tewas Mengenaskan

0
325

Kehidupan sempura wanita ini begitu kontras ketika publik mendengar kematian tragisnya.

New York – Kehidupan sempurna wanita ini begitu kontras dengan kematiannya yang tragis. Seorang dokter cantik berambut pirang dengan tiga anak ditemukan tergeletak di sebuah apartemen.

Wanita ini ditemukan dengan pakaian dalam di dalam tas, dan sekarat. Diduga akibat overdosis. Untuk teman-teman dan keluarga Kiersten Rickenbach Cerveny, kejadian tersebut tentu mengejutkan.

“Kejadian ini sangat tidak sesuai dengan karakternya. Saya tahu ini tak lazim,” kata salah satu anggota keluarganya, seperti dikutip dari NYPost, Rabu (21/10/2015).

“Tapi dia manusia. Orang lupa karena dia begitu sempurna,” kata yang lain. Bahkan siapa yang tahu kalau wanita 38 tahun tersebut kemungkinan besar akan menarik kesimpulan yang sama.

Kalau melihat akun Facebook Cerveny, mungkin sebagian orang bakal iri dengan kehidupannya. Kini akun tersebut berganti nama menjadi ‘Remembering Kiersten Rickenbach Cerveny‘ atau mengenang Kiersten Rickenbach Cerveny.

Kehidupan sempura wanita ini begitu kontras ketika publik mendengar kematian tragisnya. (c) Facebook

Ada 80 juta foto yang diunggah ke Instagram setiap hari. Sedangkan Facebook memiliki 1,49 miliar pengguna yang aktif tiap bulannya. Dilanjutkan Twitter memiliki 316 juta akun dan Tumblr ‘hanya’ punya 230 juta pengguna.

Kesimpulan dari kasus Kiersten adalah, makin banyak waktu yang kita dihabiskan di dua kehidupan, online dan realita, membuat makin rentan depresi, kesepian dan rendah diri. Adjie Silarus, praktisi meditasi menyebutkan bahwa kebanyakan orang sibuk bergaul di sosmed sebenarnya karena melarikan diri dari kondisi yang dia alami.

Secara keseluruhan, konten yang dibagikan di akun media sosial tidak harus ‘eksplisit untuk menyombongkan diri’, agar perasaan iri orang yang melihatnya muncul. Bahkan, Anda sebagai pengguna yang kesepian bisa iri juga, ingin banyak ucapan ulang tahun di dinding Facebook.

“Sama halnya dengan perubahan status hubungan dari ‘single’ menjadi ‘sedang menjalin hubungan’ atau ‘in a relationship‘ mungkin menyebabkan kerusakan emosional bagi seseorang yang menjalani perpisahan,” tulis ilmuwan dalam studi ini.

Sebuah survei pada 2014 yang dilakukan oleh agen pemasaran yang berbasis di Manhattan menemukan 61 persen dari kaum ibu abad ini bingung akibat tekanan media sosial. “Kaum ibu, terutama ibu muda, merasa tertekan untuk menyajikan kehidupan yang sempurna (di media sosial), lalu mulai merasa kewalahan dan kesal,” tambah Amy Colton, eksekutif salah satu surat kabar dan situs non profit tentang media publik di AS, Current, kepada¬† Adweek.

 

sumber : liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here