Jalan Panjang Ical vs Agung Rebutan Golkar di Meja Hijau

0
221

8f13400f-e4a2-485a-bfad-479034d9d950_169

 

Jakarta – Dualisme Partai Golkar menjadi tontonan publik sejak akhir 2014 lalu. Episode demi episode disuguhkan dengan pemenang yang berganti-ganti. Kini, Aburizal Bakrie yang sedang mendapat angin segar setelah putusan Mahkamah Agung (MA) memberikan kepengurusan Golkar ke genggamannya.

Setelah Menkum HAM Yasonna Laoly menerbitkan surat keputusan yang mengesahkan kepengurusan hasil Munas Ancol pimpinan Agung Laksono, kubu Aburizal Bakrie (Ical) langsung mengambil langkah lewat berbagai cara. Yang pertama adalah menggugat SK tersebut ke PTUN.

Hasilnya, pada Senin (18/5/2015) silam, PTUN Jakarta membatalkan SK Menkum HAM yang mengesahkan kepengurusan Agung Laksono. PTUN juga mengembalikan kepengurusan Golkar ke hasil Munas Riau 2009.

“Guna mencegah kekosongan kepengurusan DPP Golkar sebagai akibat dibatalkannya objek sengketa oleh pengadilan, maka DPP hasil Munas Pekanbaru berdasarkan SK Menkum HAM yang dipimpin ketua umum Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham adalah yang berlaku,” ucap anggota majelis hakim Subur dalam persidangan di PTUN, Jaktim, senin (18/5/2015).

Kemenkum HAM dan kubu Agung Laksono kompak mengajukan banding atas putusan PTUN tersebut. Kemudian, giliran Agung yang mendapat angin segar karena PT TUN mengabulkan permohonan bandingnya.

PT TUN menganggap PTUN telah melakukan hal yang ultra petita karena memutuskan kepengurusan Golkar yang sah. Usai putusan PT TUN ini, kubu Agung langsung menyatakan bahwa pihaknya yang berhak atas Pilkada

Kubu Ical belum mau mengalah. Kasasi ke MA diajukan dan setelah menunggu cukup lama, hasilnya ternyata menggembirakan bagi Ical.

“Mengabulkan kasasi dari pemohon DPP Golkar diwakili Pemohon Ir Aburizal Bakrie dan Idrus Marham,” kata humas MA hakim agung Suhadi saat dihubungi detikcom, Selasa (20/10/2015).

Dengan dikabulkannya kasasi tersebut, maka keputusan PTUN kembali berlaku. Kepengurusan Golkar yang sah adalah hasil Munas Riau tahun 2009.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY