Polri Limpahkan Berkas 5 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan ke Kejaksaan

0
261

23595085-7fc1-4ed0-ac4a-bc2301fd1979_169

Jember – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan pihaknya telah melakukan proses hukum kasus pembakaran lahan dan hutan di Sumatera Selatan yang berdampak timbulnya kabut asap. Kepolisian bahkan telah melimpahkan berkas pemeriksaan 5 perusahaan ke kejaksaan.

“Proses penegakan hukum telah kita lakukan, baik itu perorangan maupun yang korporasi. Sudah ada yang telah dilakukan pemberkasan dan telah diserahkan ke kejaksaan. Kemarin (untuk korporasi) sudah ada lima yang diserahkan ke kejaksaan,” terang Badrodin kepada wartawan usai mengunjungi pondok pesantren Baitul Arqom di Kecamatan Balung, Jember, Sabtu (10/10/2015).

Namun Badrodin tidak menyebutkan nama lima perusahaan yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan dan hutan tersebut. Dia hanya menegaskan, lima perusahaan tersebut dijerat dengan Undang–undang kelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Sanksinya adalah sanksi pidana, karena itu merupakan proses pidana. Sementara untuk sanksi administrasi, apakah itu dibekukan atau ijinnya dicabut, atau di-blacklist, atau malah mungkin tanahnya diambil pemerintah, itu urusan kementrian kehutanan dan lingkungan hidup,” kata Badrodin.

Mengenai penanganan kabut asap sendiri, Badrodin menjelaskan, presiden Jokowi telah memberikan arahan bahwa titik api terbanyak ada di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, sebagian besar peralatan diarahkan ke sana.

“Kebijakan pak Presiden kemarin sudah diarahkan bahwa yang terbanyak titik api itu ada di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, seluruh peralatan sebagian besar diarahkan ke Sumatera Selatan,” pungkas Badrodin.

 

sumber : detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here