Ini Caranya Hindarkan Anak dan Remaja dari Kecanduan Internet

0
185

Jakarta, Pecandu internet berisiko memiliki gangguan gizi karena kebiasaan makan yang tidak teratur. Mereka juga menunjukkan gejala penyumbatan pembuluh darah serta penggumpalan darah akaibat berjam-jam mempertahankan postur duduk yang sama.

Semakin kecanduan dengan internet, semakin besar kemungkinan mereka merasa tertekan.  Karena merasa tertekan akibat kecanduan internet, seorang pemuda berusia 19 tahun asal China bahkan nekat memotong tangan kirinya.

dr Leonardi A. Goenawan, SpKJ, dokter spesialis kesehatan jiwa RS Pondok Indah dan RS Puri Indah menyarankan agar anak dan remaja lebih banyak mengisi waktu luang dengan aktivitas fisik dan hobi yang memperluas wawasan. Dengan mengikuti kegiatan yang menyehatkan dan produktif, anak akan beranjak dari gadget dan komputernya untuk mengakses internet.

“Misalnya olahraga, kesenian, memelihara binatang, berkebun, berorganisasi dan sebagainya,” saran dr Leonardi.

Ditambahkan dia, anak dan remaja perlu diarahkan untuk lebih mengutamakan eksistensi mereka di dunia nyata. Sehingga anak dibentuk menjadi anak yang baik dalam budi pekerti dan pencapaian akademis.

Saran dr Leonardi diamini psikolog anak dan remaja Alzena Masykpuri, M.Psi. Menurut Alzena pada anak dan remaja, bantuan dan dukungan dari keluarga dan sekolah akan sangat membantu untuk dapat mengalihkan aktivitas berlebihan mengakses internet. “Anak dan remaja dapat terlibat dalam aktivitas olahraga, organisasi, atau melakukan kegiatan hobi,” katanya.

Dihubungi terpisah, dr Andri, SpKJ, FAPM, menyarankan agar anak dan remaja punya batasan yang jelas tentang waktu yang digunakan untuk berselancar di dunia maya. “Biasanya kita butuh waktu sejenak untuk main atau berkomunikasi online tapi sebaiknya dibatasi misalnya tidak lebih dari dua jam kecuali memang kerjaannya di bidang itu,” kata dr Andri.

 

sumber : detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here