Tinggal Kenangan! Ahok-Partai Prabowo End di Pilkada 2017

0
258

Jakarta – Kemesraan Ahok dan Partai Gerindra di Pilkada DKI Jakarta 2017 bakal tinggal kenangan. Partai besutan Prabowo Subianto itu kini sudah beralih ke lain hati.

Hubungan Ahok dan Gerindra kian merenggang semenjak Ahok resmi mengajukan pengunduran diri sebagai anggota Gerindra per 10 September 2014.
Keharmonisan Ahok dengan Gerindra kini makin terkoyak. Nama Ahok tidak disebut-sebut lagi sebagai kandidat cagub DKI Jakarta dari Partai Gerindra. Meski belum resmi menentukan calonnya, Gerindra memastikan lebih memilih mengusung kader-kader terbaik yang ada di DPD maupun DPP.

Ada Sandiaga Uno, Biem Benjamin, Ahmad Riza Patria, M Taufik dan Sanusi. Ada juga calon dari eksternal partai seperti Adhyaksa Dault dan Ridwan Kamil dari kader PKS. Gerindra pun mengajukan syarat-syarat untuk jagonya antara lain bersih, berani, santun dan pastinya bukan ‘kutu loncat’.

Gerindra yakin calonnya mampu menumbangkan Ahok di pesta demokrasi yang tinggal 2 tahun lagi itu. Ahok diprediksi sulit menggalang dukungan KTP di pilkada mendatang seperti yang terjadi pada tahun 2012 silam.

Berikut kisah Ahok dan Gerindra:

Masih dua tahun lagi, namun kontestasi Pilgub DKI tahun 2017 sudah ramai dibincangkan dan menuai perhatian luas. Terlebih setelah pendukung calon incumbent Ahok jauh-jauh hari sudah mengumpulkan KTP untuk kembali mencalonkan diri.

Politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan partainya belum membahas soal siapa yang akan dicalonkan. Namun hampir dipastikan tak akan mengusung Ahok kembali di Pilgub DKI tahun 2017.

“Gerindra nggak akan usulkan Ahok. Nggak susah (cari kandidat). Siapa bilang Ahok pasti menang?” ucap wakil Ketua Komisi II itu kepada detikcom, Selasa (22/9/2015).

Menurut Riza yang juga bekas penantang Ahok di Pilgub 2012, belajar dari pengalaman Pilgub dulu, tidak ada yang menduga pasangan Jokowi-Ahok akan memenangkan Pilgub. Lantaran saat itu dominasi incumbent Fauzi Bowo terlihat sangat kuat di Jakarta.

“Dulu Jokowi-Ahok awal-awal nggak kepikiran akan menang, Foke dulu kuat. Sekarang Ahok dianggap kuat, siapa bilang?” lanjut mantan cawagub DKI itu.

Riza mengatakan, Gerindra punya mekanisme sendiri untuk menentukan calon gubernur yang akan bersaing untuk tahun 2017. Mulai dari penjaringan sampai pengajuan untuk didaftarkan ke KPU DKI.

“Kadang nggak cukup pencitraan, masyarakat sudah cerdas,” ucap politikus asal Jabar itu.

Tinggal Kenangan! Ahok-Partai Prabowo End di Pilkada 2017

Ahok sudah jauh-jauh hari mengumpulkan KTP untuk mencalonkan lagi di Pilgub 2017. Menurut ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Ahok punya pengalaman susahnya mengumpulkan KTP untuk Pilgub.

“Dia kan punya pengalaman, Ahok dulu calon independen. Nggak dapat kumpulin KTP dicalonkan Gerindra. Dia harusnya terima kasih ke Gerindra karena pengalaman kumpulkan KTP nggak gampang. Dulu setahun dia cuma 100 ribu KTP,” cerita Riza Patria kepada detikcom, Selasa (22/9/2015).

Riza saat Pilgub DKI tahun 2012 menjadi calon wakil gubernur bersama Hendardji Soepandi lewat jalur independen. Saat itu dia mengumpulkan 600 ribu KTP dalam setahun lebih, namun gagal di Pilgub melawan Jokowi-Ahok.

Sebelum berpasangan dengan Jokowi, Ahok diketahui pernah bergerilya mengumpulkan KTP untuk maju sebagai cagub DKI secara independen.

“Nggak gampang itu, dan orang yang sudah kumpulin KTP, pada hari H belum tentu memilih. Bisa sakit, tidak hadir, ini itu. Banyak masalahnya,”
ucap pimpinan komisi II DPR itu.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan partainya tak akan mencalonkan lagi Ahok dalam Pilgub DKI tahun 2017. Lalu siapa yang akan diusung?

“Gerindra terkait Pilkada 2017 termasuk DKI belum pernah bahas. Pada waktunya akan segera dilakukan penjaringan, seleksi dan penentuan calon siapa yang akan diusung,” ucap Riza Patria kepada detikcom, Selasa (22/9/2015).

Riza mengatakan Ahok yang sudah menggalang dukungan KTP jauh-jauh hari, belum tentu bisa menang. Dia mengatakan, masih banyak tokoh yang bisa dicalonkan untuk Pilgub DKI dan punya kompetensi memimpin DKI.

“Nanti yang diusung Gerindra pasti menang. Kader-kader Gerindra ada di DPD, DPP. Ada juga nama Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault, Biem Benjamin, bisa saya, dari DKI ada Taufik, Sanusi,” papar mantan cawagub DKI tahun 2012 itu.

“Kita ingin cari calon terbaik dari partai. Tentu partai memberi kesempatan semua kader yang akan maju kami persilakan,” imbuh wakil ketua komisi II itu.

Riza sendiri turut hadir dalam deklarasi pencalonan Adhyaksa Dault pada Minggu (20/9) lalu, bersama  elite parpol lain. Apakah itu tanda dukungan untuk Adhyaksa?

“Saya diundang. Semua kalau kita undang hormati yang mengundang. Kalau Gerindra belum putuskan, bisa Adhyaksa, Sandiaga sama nama-nama tadi,” jawab Riza.

“Silakan kader-kader partai mencalonkan atau membantu pencalonan kader terbaik. Tapi ketika partai putuskan nama, maka seluruh kader patuh, tunduk dan perjuangkan calon yang diputuskan partai,” imbuhnya.

 

sumber : detik

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here