Penelitian Ini Mengaitkan Tinggi Badan dengan Risiko Terkena Kanker

0
175

Jakarta, Kanker tidak hanya identik dengan penyakit yang dipicu gaya hidup tak sehat. Pada sebagian kasus, faktor genetik mengambil peranan cukup besar. Semisal risiko kanker kanker payudara atau kanker serviks, yang biasanya bisa dirunut dari riwayat keluarga.

Setelah sempat simpang-siur, sebuah penelitian dari Swedia memastikan bahwa tinggi pendek tubuh seseorang ternyata ikut berkontribusi terhadap risiko kanker yang dimilikinya.

Hal ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan peneliti dari Karolinska Institute, Stockholm terhadap lima juta orang selama 50 tahun. Hasilnya, ditemukan bahwa untuk setiap penambahan tinggi badan sebanyak 10 cm, risiko kanker seseorang akan bertambah sebesar 18 persen untuk wanita dan 11 persen untuk pria.

Teori ini pun diperkuat dengan fakta bahwa wanita yang bertubuh tinggi memang cenderung berisiko lebih besar untuk terserang kanker payudara. Sedangkan pria dan wanita yang bertubuh tinggi juga berisiko mengidap kanker kulit atau melanoma. Bahkan risikonya mencapai 30 persen.

Sayangnya peneliti baru bisa menduga-duga alasan di balik temuan ini. “Memang kami tidak secara langsung mengatakan mereka yang bertubuh tinggi pasti terserang kanker, tapi kami menduga ini adalah semacam penanda adanya faktor lain yang berkaitan dengan pertumbuhan di masa kanak-kanak,” tandas peneliti Dr Emelie Benyi.

Faktor apa yang dimaksud? Dr Benyi menjelaskan, mereka yang berbadan tinggi biasanya memiliki faktor pertumbuhan yang lebih dari orang kebanyakan. “Karena tingginya tubuh mereka, sel-sel di tubuh mereka juga lebih banyak. Dan pada akhirnya ini akan meningkatkan risiko sel-sel ini bermutasi dan menjadi kanker,” jelasnya seperti dikutip dari BBC, Minggu (4/10/2015).

Belum lagi, lanjut Dr Benyi, bila yang bersangkutan tidak menjaga pola makannya dengan baik. Tidak menutup kemungkinan ‘bakat’ kanker yang sudah terpendam dalam tubuh justru malah menjadi-jadi.

“Tapi kanker itu faktornya banyak, jadi sebenarnya sulit bagi untuk memprediksi seberapa relevan hasil temuan kami terhadap risiko kanker di tingkatan individu,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Sarah Williams dari Cancer Research UK. Menurutnya, faktor seperti kebiasaan merokok atau kemauan yang bersangkutan untuk menjalani screening secara rutin tampaknya lebih berperan dalam menentukan apakah seseorang rentan terkena kanker.

“Jadi berapapun tinggi badan Anda, masih ada lebih banyak lagi cara untuk mengurangi risiko tersebut. Mulai dari tidak merokok, tidak minum, makan sehat, banyak gerak dan menjaga berat badan tetap ideal,” tutupnya.

 

sumber : detik

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY