Temukan Hal Berharga dalam Pergaulan

0
397
Download von www.picturedesk.com am 24.11.2011 (15:29). Frauen Frau Mann Trinken Lokal Nachtlokal Club Bar Flirt Flirten Anbandeln Hahn im Korb Macho Frauenheld Hotel Hotelbar Urlaub Jung Freunde Freundschaft Stimmung Party Feier Feiern Freundinnen Heiterkeit Bier Alkohol Alkoholisch Alkoholhaltig Getraenke Menschen Freizeit Nightlife Disco Bars - 20041129_PD3504

Sekitar setahun atau dua tahun yang lalu, saya memiliki pertanyaan yang sama dengan pertanyaan klasik “Gimana sih caranya biar bisa santai seperti kamu? Apalagi soal romansa. Nggak pernah merasa kesepian. Kalau ada gebetan pergi, atau putus, selalu ada saja gebetan lain yang potensial jadi pacar baru. Kok bisa?” Ya, setahun lalu memang terkadang hidup saya terasa hambar, sepi, dan jarang sekali o-SINGLE-WOMAN-facebookorang mampir dan pergi silih berganti. Untuk mencari gebetan sepertinya sulit, apalagi yang kemudian dijadikan pacar. Pacaran saat itu sudah kalah sama agenda tahunan seperti natal, bulan puasa, dan agenda-agenda lainnya. Mereka tiap tahun diadakan. Nggak seperti kisah pacaran saya, yang hitungannya cuma mingguan atau bulanan. Seperti tabloid ibu-ibu. Sedih? Ya! Kalau ada yang pura-pura bahagia dalam rasa kesepian dengan keadaan yang berlawanan dengan kebutuhan manusia untuk bersosialisasi dan berpasangan seperti itu, tertawakan saja.

Sampai akhirnya saya menyadari bahwa berdiam diri hanya akan membawa saya ke tanggal-tanggal berikutnya, seolah saya maju hanya dalam kalender. Tapi diri saya sendiri tetap nongkrong dipojokan meratapi kolom kalender yang sama sekali nggak berwarna. Bahkan di hari minggu. Apa yang saya lakukan kemudian?

Bergaul Sebanyak dan Sesering Mungkin

Memperbanyak pergaulan bukan lagi hal yang tabu. Kita nggak hidup di zaman batu lagi bukan? Jadi saat ini, memang bukan zamannya lagi membatu di dalam rumah atau di kamar kos demi terlihat mahal, berharga, limited edition, dan mindset tetek-bengek lainnya. Tapi silakan saja kalau ingin merasakan bengek, sesak nafas sendiri di dalam kamar yang lama-lama pengap dan membosankan. Saat itu saya sendiri memilih realistis. Jika ingin dianggap ada dan hidup di dunia ini, saya harus muncul ke permukaan. Di permukaan itulah saya jadi mengetahui banyak hal. Untuk hal yang terlihat enteng seperti bergaul saja, saya masih harus berusaha keras. Perlu diketahui, tanpa usaha itu sendiri, bergaul saja nggak akan basah dalam keakraban, nggak akan asik dan berakhir manis. Dan yang pasti, bergaul dalam pergaulan yang datar-datar saja, bikin saya iri dengan meja sebelah yang sepertinya memperbincangkan hal yang seru dan luar biasa. Nangkep kan maksud saya?

Ya! Ketika bergaul dalam satu lingkaran pertemanan, saya juga melihat lingkaran-lingkaran lain yang tak kalah seru dalam berbagi canda, ilmu serta wawasan. Dan akhirnya saya mulai haus dengan semua itu.

Banyak Teman, Banyak Relasi, Banyak Pilihan

Tahukah apa yang saya temukan lagi ketika saya haus untuk memasuki lingkaran pertemanan (Friend Circle) lain yang begitu banyak? Ya, hal yang sangat berharga bagi diri saya, kamu, kamu, kamu, dan kalian semua. Hal vital dan krusial itu adalah CONFIDENCE, alias PERCAYA DIRI!Untuk bisa memperluas pergaulan, saya butuh percaya diri yang sangat tinggi. Apakah saya langsung punya percaya diri yang sangat tinggi? Tentu nggak. Saya sangat minder dan sulit sekali menghadapinya. Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan hal paling simpel yang bisa dilakukan. Yaitu nekat, sok asik, sok seru, dan sok akrab. Tentu saja semua itu didorong oleh kekuatan The Power of Bodo Amat, yang mungkin orang religius akan menyebutnya, “ikhlasin aja apa yang akan terjadi.” Lalu apa yang saya dapatkan? Tertawaan. Tertawa, teman-teman baru yang sibuk menertawakan saya, sekaligus tertawa bersama saya. Di situ saya memilih untuk tetap bertahan dan akhirnya toh mereka menerima saya di tengah candaan dan berbagai wawasan yang tanpa sengaja terbagi-bagi di antara kami. You know what? Kenekatan saya tadi mulai ber-revolusi menjadi rasa percaya diri yang terus tumbuh sebagai modal memasuki lingkaran pertemanan yang lain. Saya justru mendapatkan rasa percaya diri di tempat saya membutuhkannya. Di situ pula saya mengubur rasa takut dan minder semakin dalam. Jika kalian bisa membayangkan progres dan apa yang timbul dari progres itu, kita akan sama sama bilang, “That’s Awesome!”

 

sumber : kelascinta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here