Gayus Tambunan dan RJ Lino Bukan Orang Biasa

0
230

gayus-tambunan-dan-rj-lino-bukan-orang-biasa

sumber : merdeka.co.id

Seminggu belakangan ini media massa diributkan kembali oleh sosok mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Gayus diketahui berfoto bersama di sebuah restoran di bilangan Jakarta. Padahal mantan pegawai pajak ini sedang menjalani masa tahanannya selama 30 tahun di lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Kasus ‘nyelonongnya’ Gayus keluar lapas bukan kali ini saja. Gayus juga pernah tertangkap kamera sedang asyik nonton tenis di Bali. Dia juga pernah diketahui jalan-jalan ke luar negeri menggunakan pasport palsu, untuk menyamarkan identitasnya.

Publik pun dibuat geleng-geleng dengan tingkah laku Gayus. Sehebat apa Gayus Tambunan, seorang pegawai pajak bisa seenaknya mengelabui hukum dengan mudah.

Sebelum heboh kasus Gayus di restoran, publik diramaikan dengan berita penggeledahan kantor Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara oleh Bareskrim Polri. Saat itu, Dirut PT Pelindo II RJ Lino berang dengan aksi nyelonong Polri yang mengobrak-abrik kantornya.

RJ Lino bahkan langsung menelepon Menteri Bappenas Sofyan Djalil untuk menyampaikan protesnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). RJ Lino bahkan tak takut mengancam kepada Jokowi untuk mundur, jika kasus penggeledahan terkait pengadaan 10 mobil Crane di Pelindo II tidak segera diselesaikan oleh Jokowi.

Benar saja, tak berapa lama Komjen Pol Budi Waseso yang memimpin penggeledahan itu diganti dari Kabareskrim. Meskipun, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti membantah jika pergantian Budi Waseso dari Kabareskrim tidak terkait kasus Pelindo.

Fenomena Gayus dan RJ Lino ini dipantau betul oleh anggota Komisi III DPR Dwi Ria Latifa. Menurut dia, Gayus dan RJ Lino bukan orang sembarang. Buktinya, kedua orang tersebut bisa meledek sistem hukum di Indonesia.

“Gayus ini ngeledek banget. Sama kaya RJ Lino. Mereka terkesan sangat hebat penguasaannya dalam satu sistem hukum,” ujar Ria dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (26/9).

Ria menduga, Gayus dan Lino memiliki semacam hubungan emosional atau bahkan transaksional dengan sejumlah petinggi negeri ini. Karena keduanya terkesan seperti mampu menguasai pemimpin dalam suatu lembaga.

Hal itu dibuktikan Gayus dengan beberapa kali terbukti keluar Lapas, dan Lino yang sempat protes dan langsung menelepon salah satu menteri Jokowi saat kantornya digeledah Bareskrim Mabes Polri.

Ria pun menambahkan, olok-olok bahwa uang mampu membeli hukum di Indonesia memang tak dapat disangkal, karena kasus semacam ini sudah sering terjadi di depan mata publik itu sendiri.

“Saya yakin bukan cuma orang seperti Gayus yang bisa lakuin ini, tapi ada yang lain. Cuma memang dia (Gayus) yang selama ini ketangkep basah dan ngeledek,” ujarnya.

Seperti diketahui, setelah sempat heboh foto di restoran, Kemenkum HAM langsung menjelaskan kejadian itu. Ternyata, Gayus mampir ke restoran saat sedang hendak menghadiri sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama, Jakarta Utara. Akibat aksi ini, Gayus kemudian dipindahkan dari Lapas Sukamiskin, Bandung ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, posisi RJ Lino terus digoyang melalui kekuatan politik di DPR. Para fraksi partai politik sedang mewacanakan dibentuknya pansus Pelindo II untuk mengungkap ada apa di balik kasus pengadaan 10 mobil crane. Sampai RJ Lino berani mengancam Jokowi dan Budi Waseso diganti dari Kabareskrim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here