Hilangkan Cincin Kawin Rp 441,8 juta, Suami Dorong Istri ke Jurang

0
252

hilangkan-cincin-kawin-rp-4418-juta-suami-dorong-istri-ke-jurang

sumber : merdeka.co.id

Seorang wanita di Amerika Serikat dibuat tak bernyawa di tangan suaminya sendiri. Sang suami tega menghabisi nyawa istrinya, hanya karena perempuan ini ceroboh menghilangkan cincin pekawinan mereka seharganya 20 ribu poundsterling (setara Rp 441,8 juta).

Toni, korban yang berprofesi sebagai dokter, dihabisi Henthorn, sang suami, saat mereka tengah melakukan pendakian di Gunung Rocky, pada perayaan hari jadi pernikahannya yang ke-12.

Henthorn (58) adalah satu-satunya saksi pada peristiwa tersebut. Dalam kesaksiannya, beberapa jam setelah melaporkan istrinya jatuh ke jurang, dia mengaku melakukan pendakian bersama anak perempuan mereka yang masih berusia tujuh tahun. Henthorn menuturkan jika sang istri terjatuh dari ketinggian 50 kaki saat tengah mengambil foto.

Dalam persidangan, Polisi Hutan mengaku menemukan kejanggalan di TKP termasuk dalam kesaksian Henthorn.

“Tangan Toni tidak tampak terluka ketika terjatuh, posisi kamera dekat tubuhnya terlalu sempurna bila disebut dia terjatuh saat sedang mengambil foto,” kata salah satu polisi, seperti dikutip dari laman Mirror, kamis (10/9).

Penelitian pembuluh darah juga menunjukkan bila Toni saat itu tidak dalam keadaan mendaki. “Toni tewas akibat serangan benda tumpul berulang kali ketika dia telah jatuh atau sengaja didorong menghantam tebing ketika mendaki,” sebut tim autopsi.

Di sisi lain, TV Amerika, ABC 7 memberitakan, bila sang istri memilki tiga jasa asuransi kehidupan yang nilainya mencapai USD 4,5 juta (Rp 64,4 miliar) yang segera diklaim sang suami ke pihak asuransi hanya berselang dua hari setelah kematiannya. Namun berdasarkan hasil persidangan, hingga kini tidak ada satu pun perusahaan asuransi yang membayarkan klaim tersebut.

Kasus kematian Toni ternyata bukan yang kali pertama, diketahui sebelumnya Henthorn pernah mempunyai istri pertama yang bernama Sandra. Sandra diketahui tewas saat sedang mengganti ban mobilnya di satu malam pada 1995. Dongkrak yang licin mengakhiri hidupnya seketika.

Kasus ini dinilai pihak berwajib kala itu sebagai murni kecelakaan dan membuat sang suami mendapat klaim asuransi senilai USD 300 ribu (Rp 429,3 juta) dari kematian Sandra. Kini polisi kembali mencoba mengungkap kembali penyebab sebenarnya kematian Sandra, lantaran kasus serupa terulang kepada Toni, istri ke dua Henthorn.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here