PDIP Minta Ketua DPR Minta Maaf

0
199

Politisi PDIP, Charles Honoris, menuntut Ketua DPR RI, Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meminta maaf karena telah hadir dalam konferensi pers calon presiden Amerika dari partai Republik Donald Trump. Ia juga melaporkan dugaan pelanggaran etis pimpinan DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

“Ini yang kita tunggu ya, sampai detik ini belum ada statement apa pun dari Setya Novanto yang katanya speaker of the house. Saya berharap ada permintaan maaf kepada rakyat Indonesia yang paling dirugikan soal hal ini,” katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 7 September 2015.

Charles meyakini laporan pelanggaran etis ke MLKD akan segera direspons. “Ini sudah dicoreng oleh pimpinan DPR. Saya yakin akan segera diproses,” kata dia.

Anggota Komisi I DPR RI ini membantah bila laporan ke MKD untuk melakukan suksesi pemimpin DPR. Laporan ke MKD, kata dia, hanya untuk meminta pertanggungjawaban pimpinan DPR.

“Enggak ada itu, sangat jauhlah. Hari ini kita hanya meminta pertanggungjawaban pimpinan DPR yang hadir dalam kampanye calon presiden asing. Kita ingin minta MKD melakukan pembuktian. Kalo terbukti kita minta ada sanksi,” ucapnya.

Charles menambahkan laporan ke MKD ini bersifat pribadi dari anggota DPR yang merasa malu saat pemimpin DPR hadir dalam kampanye calon presiden negara lain. Di mana pelaporan terhadap MKD merupakan hak dari tiap anggota DPR.

“Anggota fraksi sudah lapor kepada pimpinan fraksi dan ini merupakan hak setiap anggota DPR melaporkan adanya pelanggaran etika dari anggota lain. Tidak ada larangan dari fraksi kami,” ujar dia.

Charles bersama politisi PDIP lain seperti, Rieke Diah Pitaloka dan Adian Napitupulu nampak masuk ke ruang rapat MKD. Politisi lain yang ikut melaporkan dan masuk ke ruang MKD adalah dari PKB, Maman Imanulhak, dari Nasdem, antara lain Akbar Faisal dan dari PPP Amir Uskara.

 

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here